JAKARTA, HR — Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat menggelar Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi generasi muda sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (27/8), diikuti 70 pelajar yang merupakan perwakilan dari 18 SMA dan SMK sederajat, baik negeri maupun swasta di wilayah Jakarta Barat.
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Hasiolan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Permendagri mengenai pedoman wawasan kebangsaan sekaligus bentuk pembinaan terhadap generasi muda.
Menurutnya, pelajar merupakan kelompok strategis yang harus memiliki pemahaman kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Tidak hanya unggul secara akademis, generasi muda juga dituntut memiliki karakter, rasa cinta tanah air, kesadaran hukum, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ini sebagai pembinaan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Serta meningkatkan kesadaran pelajar agar mampu berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Tumpal, didampingi Kasubkel Ideologi Wawasan Kebangsaan Politik Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Pepen Kuswandi.
Tumpal menambahkan, perkembangan zaman dan derasnya arus informasi membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring berbagai informasi dan memahami nilai-nilai kebangsaan secara tepat. Karena itu, pembekalan wawasan kebangsaan dinilai penting agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang dapat mengganggu persatuan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Ir. Edison Siagian, M.E., serta Founder Sekolah Laboratorium Pancasila sekaligus Ketua YPLP, Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Holi Susanto, menegaskan bahwa kemajuan intelektual harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
Menurut Holi, kesenjangan antara kecerdasan intelektual dengan pemahaman kebangsaan berpotensi mengikis jiwa kebangsaan dan melemahkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut harus diantisipasi melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Empat konsensus dasar bangsa merupakan satu kesatuan. Pancasila tidak dapat tegak tanpa UUD 1945 dan NKRI akan rapuh tanpa Bhinneka Tunggal Ika. Semua itu membutuhkan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Holi.
Ia mengajak para pelajar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperluas wawasan, membangun karakter, sekaligus meningkatkan komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa.
Holi berharap para peserta tidak hanya memahami wawasan kebangsaan secara teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
“Jadilah generasi yang utuh, militan membela negara, sekaligus cerdas menjaga konstitusi,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Administrasi Jakarta Barat berharap lahir generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, karakter dan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. •sam/jm
