JAKARTA, HR — Proyek pembangunan trotoar dan saluran di Jalan Pemuda Sisi Selatan, Jakarta Timur, yang bersumber dari APBD DKI Tahun Anggaran 2026, kembali menjadi sorotan. Pekerjaan tersebut diduga mengabaikan prosedur teknis dalam pemasangan saluran U-Ditch, mulai dari tidak terlihatnya penggunaan lantai kerja hingga pemasangan U-Ditch yang dilakukan di dalam kondisi galian masih tergenang air.
Temuan di lokasi pada Kamis (27/8/2026) menunjukkan proses pekerjaan saluran berlangsung pada area galian yang dipenuhi genangan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengendalian mutu pekerjaan, terlebih dasar galian disebut belum dikeringkan terlebih dahulu sebelum elemen U-Ditch dipasang.
Selain persoalan genangan, di lokasi juga diduga tidak menggunakan lantai kerja sebagai dasar sebelum pemasangan U-Ditch. Padahal, tahapan persiapan dasar merupakan bagian penting untuk memastikan posisi saluran stabil, elevasi sesuai rencana, serta mengurangi risiko terjadinya penurunan atau pergeseran konstruksi setelah pekerjaan selesai.
Pemasangan U-Ditch di atas dasar yang masih berair juga dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pekerjaan. Air yang menggenangi dasar galian semestinya ditangani terlebih dahulu agar kondisi dasar dapat dipastikan sesuai dengan persyaratan teknis sebelum pekerjaan pemasangan dilanjutkan.
“Kalau memang benar U-Ditch langsung dipasang di genangan air dan tidak ada lantai kerja, ini patut dipertanyakan. Dasarnya harus dipersiapkan terlebih dahulu supaya konstruksinya tidak mudah turun atau bergeser,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut warga, proyek yang menggunakan uang rakyat seharusnya dikerjakan dengan mengutamakan mutu dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis. Jangan sampai pekerjaan dikejar dari sisi waktu, tetapi mengabaikan tahapan penting yang justru menentukan usia dan kekuatan konstruksi.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut bernama, Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan Bangunan Pelengkap Jalan di Provinsi DKI Jakarta, Pekerjaan Trotoar dan Saluran di Jalan Pemuda Sisi Selatan dan Sekitarnya Paket 2. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Lusro Nauli Kontraktor dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung 22 Juni hingga 18 November 2026.
Namun, papan proyek yang berada di lokasi disebut tidak mencantumkan nilai kontrak maupun total anggaran pekerjaan. Kondisi tersebut turut dipertanyakan warga karena informasi mengenai besaran anggaran merupakan bagian penting dari transparansi proyek pemerintah yang menggunakan APBD.
Warga berharap Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak hanya melakukan pemantauan secara administratif, tetapi turun langsung melihat kondisi pekerjaan di lapangan. Mereka meminta dilakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan apakah metode pemasangan U-Ditch telah sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, serta ketentuan mutu konstruksi yang berlaku.
“Dinas Bina Marga dan Inspektorat jangan hanya menunggu laporan. Kalau perlu turun langsung dan bongkar bagian yang dianggap tidak sesuai untuk diperiksa. Ini uang APBD, jadi kualitas pekerjaannya harus benar-benar dipastikan,” tegas warga.
Warga juga telah menyampaikan laporan melalui PPID DKI Jakarta dan meminta Dinas Bina Marga bersama Inspektorat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan dugaan tidak digunakannya lantai kerja serta pemasangan U-Ditch pada galian yang masih tergenang air tidak berujung pada persoalan kualitas di kemudian hari.
Apabila konstruksi saluran mengalami penurunan, pergeseran, kebocoran atau kerusakan setelah proyek selesai, masyarakat tentunya yang akan merasakan dampaknya. Karena itu, warga meminta seluruh tahapan pekerjaan diperiksa sejak sekarang, bukan setelah kerusakan muncul dan membutuhkan anggaran perbaikan kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta, PT Lusro Nauli Kontraktor selaku pelaksana, maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan terkait dugaan tidak digunakannya lantai kerja dan pemasangan U-Ditch di lokasi yang masih tergenang air. •lisbon sihombing
