Bau Pupuk Organik Ganggu SMAN 1 Pollung, BUMDesma Diminta Cari Solusi

POLLUNG, HR — Bau tidak sedap dari proses pengeringan bahan pupuk organik di BUMDesma Kecamatan Pollung dikeluhkan pihak SMAN 1 Pollung. Lokasi pengolahan yang berdekatan dengan sekolah membuat aroma kotoran hewan disebut tercium hingga lingkungan ruang belajar.

Pihak sekolah menilai kondisi tersebut mengganggu kenyamanan siswa dan guru selama proses belajar-mengajar.

Bahan pupuk organik itu disebut datang dalam kondisi mentah dan curah. Pengelola kemudian mengeringkannya di lokasi BUMDesma yang berada tidak jauh dari ruang kelas SMAN 1 Pollung.

Kepala SMAN 1 Pollung, Krisman Manalu, mengatakan bau tersebut tidak hanya muncul sesaat. Menurutnya, aroma tidak sedap dapat bertahan hingga berminggu-minggu.

“Kotoran hewan yang menjadi bahan pupuk organik didatangkan masih mentah. Proses pengeringannya dilakukan di sekitar BUMDesma yang langsung berdampingan dengan ruang kelas kami. Baunya bisa berminggu-minggu dan sangat mengganggu proses belajar-mengajar,” ujar Krisman.

IMG 20260811 WA0065
Bau Kotoran Hewan Disebut Tercium hingga Ruang Kelas dan Saat MBG

Krisman mengatakan gangguan semakin terasa karena kegiatan sekolah berlangsung hingga sore. Ia menyebut bau tersebut juga masih tercium ketika siswa mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang dengan program MBG, saat makan kami juga mencium bau. Anak-anak didik pulang sore sehingga bisa seharian kami menghirup bau yang tidak sedap,” katanya.

Pihak sekolah mengaku sudah menyampaikan keluhan kepada pengurus BUMDesma. Sekolah juga mengirimkan surat kepada kepala desa untuk meminta perhatian atas kondisi tersebut.

Namun, Krisman menyebut pihak sekolah belum menerima solusi yang dapat mengatasi persoalan itu.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pengurus BUMDesma. Kami juga sudah menyurati kepala desa untuk menyampaikan situasi tersebut. Namun, sampai sekarang belum ada solusi,” ujarnya.

Pegawai SMAN 1 Pollung, Sabam Marpaung, juga mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bau kotoran hewan kerap tercium saat proses pengeringan berlangsung.

Sabam mengaku khawatir dengan kualitas udara yang setiap hari terhirup oleh siswa dan guru.

“Lokasinya sangat berdekatan. Bau dari kotoran itu kami hirup setiap hari saat proses pengeringan. Kita tidak tahu apakah udara seperti ini layak dihirup anak-anak kita setiap hari,” ujar Sabam.

Sejumlah siswa yang ditemui di lingkungan sekolah turut menyampaikan keluhan. Mereka mengatakan bau tidak sedap kerap muncul dan mengganggu kenyamanan saat mengikuti kegiatan belajar.

Untuk mendapatkan penjelasan dari pengelola BUMDesma, Harapan Rakyat mendatangi lokasi pada Selasa (11/8/2026). Namun, pengurus BUMDesma tidak berada di lokasi saat kunjungan.

Dari pantauan di lapangan, lokasi BUMDesma yang disebut menjadi tempat pengeringan bahan pupuk organik memang berada tidak jauh dari lingkungan SMAN 1 Pollung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BUMDesma Kecamatan Pollung belum memberikan penjelasan terkait proses pengeringan bahan pupuk organik maupun langkah penanganan atas keluhan sekolah.

Harapan Rakyat membuka ruang bagi pihak BUMDesma Kecamatan Pollung untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai persoalan tersebut. sihar.lg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *