Bupati Landak Larang Sawit di Hulu Mata Air, Jaga Pasokan SPAM 2. Naskah Berita

LANDAK, HR – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa meminta masyarakat tidak menanam kelapa sawit di kawasan hulu mata air. Ia menilai aktivitas tersebut dapat mengganggu debit air dan mengancam pasokan air bersih bagi masyarakat.

Karolin menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Rabu (10/6).

Kehadiran SPAM tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini menjadi persoalan bagi ratusan kepala keluarga.

Dalam kesempatan itu, Karolin mengingatkan masyarakat untuk menjaga kawasan sumber air yang menjadi penopang utama operasional SPAM. Ia meminta warga tidak membuka ladang atau menanam kelapa sawit di sekitar hulu mata air.

Menurut Karolin, masyarakat perlu menjaga kawasan tersebut agar debit air tetap stabil dan SPAM dapat terus memenuhi kebutuhan warga.

“Tolong jangan dulu ditanam sawitlah. Jangan berladang di atasnya. Kalau ditanam sawit dan berladang, saya jamin seminggu kering. Pasang adat Pak Kades di situ, supaya kepentingan 250 KK yang hari ini menggunakan air itu terjaga,” pesannya.

Karolin juga mendorong pemerintah desa memperkuat perlindungan kawasan resapan air melalui aturan adat. Menurutnya, aturan tersebut dapat membantu menjaga keberlanjutan sumber air untuk masyarakat dalam jangka panjang.

Selain menjaga kawasan sumber air, Karolin meminta pengelola dan masyarakat penerima manfaat merawat fasilitas SPAM dengan baik. Ia juga mendorong masyarakat membayar iuran pemeliharaan agar pengelola dapat menjaga operasional sistem.

Karolin kemudian mengajak masyarakat lebih bijak mengelola pengeluaran rumah tangga di tengah tantangan ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia meminta masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Warga dapat menanam sayuran dan tanaman pangan lain yang sesuai dengan kondisi lahan.

“Jadi biarlah orang ngomel, yang penting ini SPAM jalan, dipakai sampai lama. Karena apa? Duit pemerintah nggak ada. Harga minyak naik terus. Pikirkan bagaimana menghemat pengeluaran. Tanam sayur, tanam apa yang bisa ditanam. Tanah kita luas,” ujarnya. lundak pakpahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *