PANGKALPINANG, HR — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Terdzolimi (Almaster) Bangka Belitung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus), Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk status timah hasil penindakan Satgas sejak September 2025.
RDP menghasilkan kesepakatan untuk mengawal proses verifikasi timah yang diamankan Satgas. DPRD Babel juga berkomitmen memfasilitasi koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pengecekan berlangsung secara terbuka dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan Almaster akan melakukan pengecekan langsung terhadap timah yang diamankan Satgas sejak September 2025 hingga Agustus 2026.
“Keputusan selanjutnya, mereka ingin mengecek langsung timah-timah yang diamankan oleh Satgas sejak September 2025 hingga bulan ini,” kata Didit.
Menurut Didit, berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, jumlah pasir timah yang diamankan mencapai sekitar 321 ton, sedangkan timah dalam bentuk balok sekitar 140 ton. Seluruh barang tersebut saat ini berada di gudang PT Timah.
“Kalau tidak salah, total pasir timah yang diamankan sekitar 321 ton, sedangkan timah dalam bentuk balok sekitar 140 ton. Seluruhnya saat ini diamankan di gudang PT Timah,” ujarnya.
Didit menilai pengecekan langsung penting dilakukan agar tidak muncul keraguan mengenai keberadaan barang bukti. Karena itu, Satgas Trisakti akan berkoordinasi dengan PT Timah dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung untuk memfasilitasi proses verifikasi.
“Alhamdulillah, pihak Satgas Trisakti akan berkoordinasi dengan pihak PT Timah dan Kejaksaan Tinggi agar mereka bisa melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah barang tersebut memang ada,” tegasnya.
DPRD Babel berharap proses pengecekan dapat segera terlaksana. Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait ratusan ton timah hasil penindakan yang hingga kini masih berada dalam pengamanan. agus priadi
