SUKABUMI, HR — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi menyalurkan 96.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut menyasar 2.573 kepala keluarga (KK) atau sekitar 10.526 jiwa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) selama 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di sejumlah Kecamatan yang terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih didistribusikan ke Kecamatan Nyalindung, Cicantayan, Cikembar, Cibadak, Gegerbitung, Cisaat, Bantargadung, dan Palabuhanratu.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Unang Sudarma, mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu layanan prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama masa kekeringan,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, tim gabungan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi mengerahkan 12 unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Tim BAZNAS Tanggap Bencana bersama relawan kemudian menyalurkan air bersih secara langsung ke permukiman warga yang membutuhkan.
BAZNAS menegaskan distribusi bantuan akan terus berlanjut selama kebutuhan masyarakat masih tinggi. Penyaluran berikutnya difokuskan ke sejumlah wilayah yang masih mengalami krisis air bersih, seperti Kecamatan Cicantayan, Bantargadung, dan Palabuhanratu.
Melalui program tersebut, BAZNAS berharap masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih hingga kondisi sumber air kembali normal. Bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian dalam meringankan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. ida
