MAJALENGKA, HR — Pemerintah Kabupaten Majalengka mencatat rekor baru dalam pelaksanaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sepanjang 2026, pemerintah berhasil membangun sekitar 4.500 unit rumah melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai mitra.
Program tersebut menjadi capaian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Majalengka. Selain meningkatkan kualitas hunian masyarakat, pembangunan itu juga mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni secara signifikan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan program Rutilahu 2026 menjadi yang terbesar sejak Kabupaten Majalengka berdiri.
“Ini menjadi sejarah baru bagi Majalengka. Jumlah rumah yang berhasil dibangun tahun ini sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak yang peduli terhadap masyarakat,” ujar Eman Suherman.
Pemkab Majalengka mengalokasikan sekitar Rp34,5 miliar melalui APBD dalam bentuk bantuan keuangan desa. Setiap desa memperoleh bantuan pembangunan lima unit rumah dengan nilai Rp20 juta per unit.
Dari 343 desa, program tersebut menghasilkan sekitar 1.715 rumah layak huni. Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menambah 2.150 unit rumah. Dukungan juga datang dari Boy Thohir sebanyak 250 unit rumah, Bank BJB melalui program CSR, Baznas, serta sejumlah mitra lainnya.
Secara keseluruhan, pembangunan mencapai sekitar 4.500 unit rumah selama 2026. Capaian tersebut memangkas backlog rumah tidak layak huni dari sekitar 11.000 unit menjadi sekitar 6.000–7.000 unit.
Setelah menyelesaikan program Rutilahu, Pemkab Majalengka menyiapkan fokus pembangunan berikutnya. Pada 2027, pemerintah akan mengarahkan bantuan keuangan desa untuk pembangunan jalan lingkungan dan gang permukiman.
Setiap desa direncanakan menerima alokasi sekitar Rp100 juta guna mempercepat pembangunan infrastruktur dasar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menangani jalan desa, sedangkan Pemkab Majalengka tetap berfokus pada pembangunan jalan kabupaten.
Bupati Eman optimistis pembagian peran tersebut mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Dengan konsep pembangunan yang saling mendukung ini, kami optimistis persoalan infrastruktur dasar di desa dapat diselesaikan secara bertahap sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Program Rutilahu 2026 menjadi salah satu program sosial terbesar yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ribuan keluarga kini memiliki rumah yang lebih layak sekaligus memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. lintong
