MAJALENGKA, HR — Sebanyak 95 wartawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 di Kampus Politeknik Madira Indonesia, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dibuka langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman. Sekitar 200 peserta hadir dalam pembukaan, terdiri atas wartawan, penguji, panitia, tamu undangan, unsur pemerintah, serta organisasi pers.
Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks.
“Pemkab Majalengka menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya UKW ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan kualitas yang semakin baik sejalan dengan visi Majalengka Langkung SAE,” ujarnya.
Menurut Eman, pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, wartawan harus terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme agar mampu menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, Bupati Eman memperkenalkan potensi Kabupaten Majalengka sebagai “Kota Angin” yang memiliki kawasan dataran rendah, perbukitan, hingga dataran tinggi. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong investasi di sektor industri, pertanian, pariwisata, dan kuliner.
Pembukaan UKW juga dihadiri perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, PWI Pusat, PWI Jawa Barat, Diskominfo Kabupaten Majalengka, serta civitas akademika Politeknik Madira Indonesia.
Plt. Ketua PWI Jawa Barat Ahmad Syukri mengatakan, penyelenggaraan UKW di Majalengka menjadi titik kedua pelaksanaan UKW di Jawa Barat hasil kolaborasi PWI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Diskominfo Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 95 peserta mengikuti UKW yang terbagi dalam 14 kelas, yaitu tujuh kelas jenjang Muda, lima kelas jenjang Madya, dan dua kelas jenjang Utama. Seluruh peserta diuji oleh 14 penguji senior dari media nasional yang telah tersertifikasi Dewan Pers.
“Kompetensi wartawan menjadi benteng utama dalam memerangi hoaks dan menjaga kepercayaan publik terhadap media. Kami berharap seluruh peserta mengikuti proses penilaian dengan sungguh-sungguh agar dinyatakan kompeten sesuai standar Dewan Pers,” kata Ahmad Syukri.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Majalengka Pai Supardi, M.Pd., menyampaikan antusiasme wartawan lokal mengikuti UKW sangat tinggi. Sekitar 20 wartawan Majalengka mendaftar pada jenjang muda, madya, dan utama.
Ia berharap semakin banyak wartawan di Majalengka memperoleh sertifikat kompetensi dari Dewan Pers sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, menjunjung tinggi kode etik, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi di tengah masyarakat. lintong






