JAKARTA, HR — Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan aktivitas jual beli di Pasar Pondok Labu, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah unsur terkait. Diskusi tersebut membahas langkah yang dapat segera dilakukan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu.
“Kita ketahui beberapa waktu lalu sempat viral aktivitas pasar yang lesu dan mendapatkan atensi DPRD DKI dan pimpinan lainnya,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Djaharuddin, salah satu langkah yang akan dilakukan ialah mengoptimalkan kerja sama dengan Bank DKI. Kerja sama tersebut dapat mendukung layanan transaksi digital, sistem pembayaran, hingga pembiayaan bagi pedagang.
Selain itu, Sudin PPKUKM Jakarta Selatan akan mendorong pelaksanaan kegiatan pangan murah. Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga diharapkan kembali hadir di Pasar Pondok Labu.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat. Dengan demikian, aktivitas perdagangan di kawasan pasar dapat kembali bergerak.
Djaharuddin mengatakan pihaknya juga akan mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan. Program tersebut meliputi pelatihan digitalisasi, Jakpreneur, sertifikasi halal, pemasaran digital, dan kegiatan lainnya.
“Kami nantinya juga dapat mengoptimalkan pelatihan digitalisasi, Jakpreneur, sertifikasi halal, pemasaran digital, dan program pemberdayaan lainnya dengan melibatkan pedagang Pasar Pondok Labu,” terangnya.
Menurutnya, Pasar Pondok Labu juga dapat menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat dan kegiatan kewilayahan. Aktivitas tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung ke kawasan pasar.
“Potensi program dan langkah yang dapat langsung dilaksanakan dalam waktu dekat. Kita ingin Pasar Pondok Labu kembali hidup melalui aktivitas, pelayanan, UMKM, dan kolaborasi antarinstansi,” ungkapnya.
Djaharuddin menambahkan, Kepala Pasar Pondok Labu telah menyampaikan informasi mengenai kios yang masih kosong melalui media sosial. Informasi tersebut mencakup harga sewa dan ketentuan penggunaan kios.
“Informasi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan ketersediaan tempat usaha kepada pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan lokasi untuk berdagang,” bebernya.
Selain program pemberdayaan, diskusi juga membahas penataan sarana dan prasarana pasar. Salah satu perhatian utama ialah area parkir serta akses keluar dan masuk pasar.
“Penataan diperlukan supaya lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas pasar,” tandasnya.
