Rp24,8 Miliar Proyek Irigasi Jatiluhur Dipertanyakan: Temuan Lapangan Kontra dengan Pelaksanaan Pekerjaan

BANDUNG, HR – Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Karang Getak dan SS Kedung Ringin Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur senilai Rp24,844 miliar menjadi perhatian setelah sejumlah kondisi di lapangan dipertanyakan.

Proyek dengan nilai kontrak Rp24.844.931.025 tersebut dikerjakan oleh PT Rifky Kurnia Kencana pada tahun anggaran 2026 di bawah Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Citarum.

Hasil penelusuran media Harapan Rakyat di lokasi, menemukan sejumlah kondisi yang kemudian dikirimkan kepada BBWS Citarum untuk dikonfirmasi.

Pertanyaan tersebut antara lain menyangkut keberadaan kantor lapangan atau direksi keet, kebersihan area pekerjaan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), penggunaan alat pelindung diri dan alat keselamatan kerja, rambu-rambu K3, patok referensi, pekerjaan tanah serta aktivitas pengangkutan material hasil galian.

Yang menjadi perhatian lebih lanjut adalah pelaksanaan pekerjaan pasangan batu dan proses pengeringan atau dewatering.

Dilokasi, Harapan Rakyat mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan pasangan batu yang dilakukan ketika kondisi air masih mengalir. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan dan jaminan kualitas pekerjaan, apabila dibandingkan dengan ketentuan teknis dalam kontrak.

Harapan Rakyat kemudian meminta penjelasan resmi, termasuk mengenai penggunaan Kistdam, metode pencampuran mortar, penggunaan Concrete Mixer, hingga spesifikasi pasangan batu.4

BBWS Citarum Beri Klarifikasi

Menanggapi surat tersebut, BBWS Citarum memberikan jawaban resmi. Dalam klarifikasinya, BBWS menyatakan pelaksanaan pekerjaan masih berada dalam lingkup kontrak dan pengawasan dilakukan bersama konsultan supervisi.

Terkait penggunaan Kistdam, BBWS Citarum menyatakan bahwa pekerjaan pasangan batu pada saluran tetap menggunakan Kistdam, meskipun item tersebut tidak termasuk dalam mata pembayaran kontrak.

Keterangan ini menjadi salah satu poin penting karena sebelumnya penggunaan Kistdam menjadi bagian yang dipertanyakan dalam penelusuran lapangan Harapan Rakyat.

Mengenai metode pasangan batu, BBWS menyatakan pelaksanaan pekerjaan dan dimensi lining saluran telah mengacu pada gambar rencana serta spesifikasi teknis kontrak.

Pelaksanaan disebut meliputi pekerjaan galian pondasi, pemasangan pondasi saluran hingga lining saluran. Untuk campuran mortar, BBWS menyebut digunakan molen atau Concrete Mixer berkapasitas 0,35 meter kubik.

Kualitas Material Diklaim Telah Diuji

Persoalan kualitas pasangan batu juga menjadi perhatian dalam penelusuran.

Sebelumnya, Harapan Rakyat mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan pasangan batu, termasuk proses pengadukan campuran, kondisi area kerja dan proses pengeringan lokasi.

BBWS Citarum dalam jawabannya menyatakan, material yang digunakan telah melalui pengujian pada laboratorium independen. Pengujian tersebut disebut dilakukan untuk memastikan material memenuhi spesifikasi teknis kontrak.

BBWS juga menyatakan campuran pasangan batu menggunakan komposisi 1 Pc : 4 Ps sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

Dengan demikian, terdapat dua informasi yang kini perlu dicermati secara bersamaan: kondisi faktual yang terlihat dalam penelusuran lapangan dan dokumen/keterangan teknis yang disampaikan BBWS Citarum.3

Persoalan Tidak Berhenti pada Jawaban Administratif

Bagi Harapan Rakyat, klarifikasi tersebut justru menjadi bagian penting dalam pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara.

Sebab, persoalan utama bukan sekadar apakah suatu pekerjaan tercantum dalam kontrak, melainkan bagaimana pekerjaan tersebut benar-benar dilaksanakan di lapangan dan apakah hasil akhirnya memenuhi spesifikasi teknis, mutu konstruksi, volume pekerjaan serta standar keselamatan yang dipersyaratkan.

BBWS Citarum menyatakan pekerjaan diawasi oleh Tim Pengawas BBWS Citarum bersama penyedia jasa supervisi PT Teknika Utama Konsultan.

Atas dasar itu, aspek pengawasan juga menjadi penting untuk dicermati, terutama bagaimana pengawasan memastikan setiap tahapan pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai gambar, spesifikasi teknis dan metode kerja yang ditetapkan.

Harapan Rakyat tidak menyimpulkan adanya penyimpangan atau tindak pidana dalam proyek tersebut. Namun, sejumlah temuan lapangan yang telah dikonfirmasi kepada pihak BBWS Citarum tetap menjadi catatan jurnalistik yang perlu diuji melalui dokumen kontrak, spesifikasi teknis, hasil pengujian material, pengukuran volume pekerjaan dan kondisi fisik hasil pekerjaan.

Apalagi nilai kontraknya mencapai Rp24,8 miliar, sehingga transparansi pelaksanaan dan pertanggungjawaban pekerjaan menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.

Harapan Rakyat akan terus mengikuti perkembangan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi SS Karang Getak dan SS Kedung Ringin Di Jatiluhur hingga pekerjaan selesai.

Jika di kemudian hari ditemukan perbedaan antara pelaksanaan fisik dengan dokumen kontrak atau spesifikasi teknis, hal tersebut akan dikonfirmasi kembali kepada pihak terkait.

Sebaliknya, seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk BBWS Citarum, penyedia jasa dan konsultan pengawas, tetap diberikan ruang untuk menyampaikan data maupun penjelasan tambahan sebagai bagian dari prinsip cover both sides dalam pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *