DEPOK, HR — Pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Gang Pule dengan nilai pagu anggaran Rp500 juta menjadi perhatian setelah pekerjaan tersebut dilaporkan belum selesai. Saat melakukan pemantauan dan meminta keterangan terkait proyek, wartawan mengaku mendapat respons tidak menyenangkan dari seorang staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bernama Budi.
Berdasarkan keterangan wartawan, saat mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi perkembangan pekerjaan, kontraktor pelaksana bernama Marlon tidak berada di tempat. Wartawan kemudian bertemu dengan staf Dinas PUPR yang berada di lokasi.
Namun, upaya konfirmasi tersebut disebut tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Wartawan mengaku mendapat sikap yang dinilai arogan, bahkan merasa ditantang berkonflik oleh staf tersebut.
Peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai komunikasi antara petugas di lapangan dan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi mengenai proyek pembangunan yang menggunakan anggaran publik.
Dalam pemantauan tersebut, wartawan bermaksud meminta penjelasan mengenai perkembangan pekerjaan, target penyelesaian pembangunan jembatan, serta aspek keselamatan pekerja di lokasi proyek.
Hingga berita ini disusun, berdasarkan informasi yang diterima, pekerjaan pembangunan Jembatan Gang Pule masih belum rampung. Belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan maupun jadwal penyelesaian pekerjaan tersebut.
Wartawan berharap pihak kontraktor dan Dinas PUPR dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai progres proyek, target penyelesaian, serta penerapan keselamatan dan perlindungan bagi para pekerja.
Sikap petugas saat menghadapi permintaan informasi dari wartawan juga menjadi perhatian. Komunikasi yang profesional dan terbuka diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan proyek pembangunan yang dibiayai anggaran publik dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan atau klarifikasi dari Budi maupun pihak Dinas PUPR mengenai peristiwa yang diceritakan wartawan tersebut. Keterangan dari kontraktor Marlon mengenai progres dan jadwal penyelesaian proyek juga masih perlu diperoleh.
Redaksi membuka ruang bagi pihak Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi pekerjaan serta menanggapi keterangan terkait interaksi dengan wartawan di lokasi.
