PANGKALPINANG, HR — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat sinergi antar instansi dan pemangku kepentingan untuk mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemkot Pangkalpinang membahas langkah tersebut dalam rapat koordinasi pencegahan karhutla, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi yang selama ini berjalan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan.
“Rapat koordinasi ini tentu untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi yang telah berlangsung selama ini, terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Saparudin di Pangkalpinang.
Saparudin mengatakan kondisi cuaca di Pangkalpinang masih cukup panas karena hujan belum turun. Suhu pada siang hari mencapai sekitar 33-34 derajat Celsius, sedangkan malam hari berkisar 26-28 derajat Celsius.
Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran. Apalagi, masih terdapat lahan kering yang cukup luas di sekitar permukiman warga dan kawasan perkantoran.
“Lahan-lahan kering itu cukup luas dan bahayanya ketika berada di sekitar rumah penduduk dan area perkantoran. Kalau sampai merembet ke perumahan atau perkantoran tentu sangat berbahaya,” ujarnya.
Saparudin menegaskan Pemkot Pangkalpinang tidak dapat menangani karhutla seorang diri. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan kepolisian, TNI, perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia menjelaskan jarak antarwilayah di Pangkalpinang relatif dekat. Perjalanan kendaraan dari satu wilayah ke wilayah lain hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.
Namun, kondisi tersebut dapat menjadi tantangan ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa titik.
“Kalau terjadinya serentak di beberapa titik, itu juga menjadi kewalahan,” katanya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Saparudin mengakui peralatan penanganan kebakaran milik Pemkot Pangkalpinang masih terbatas. Sejumlah kendaraan bahkan sempat mengalami kerusakan karena tingginya intensitas penggunaan dalam penanganan kebakaran.
“Kemarin juga sempat rusak karena terlalu tinggi intensitas kerjanya. Kita segera perbaiki. Terima kasih kepada teman-teman dari instansi lain yang juga mendukung dengan fasilitas dan peralatan sarana prasarana pendukung,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Kota Pangkalpinang memiliki sekitar 90 personel. Lebih dari separuh personel tersebut bertugas langsung di lapangan.
Saparudin juga meminta dukungan TNI dan Polri untuk membantu pengamanan serta mengantisipasi kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan.
“Karhutla itu tidak hanya faktor terbakar secara tidak sengaja. Kalau tidak sengaja mungkin karena membuang puntung rokok atau membakar sampah kemudian tertiup angin. Tapi ada juga yang mungkin sengaja karena mau membuka atau membersihkan lahan,” katanya.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Pemkot Pangkalpinang menyerahkan penyelidikan terhadap dugaan kesengajaan kepada aparat kepolisian.
“Kami serahkan kepada kepolisian untuk melakukan investigasi terkait mereka yang secara sengaja melakukan kebakaran,” ujar Saparudin.
Pemkot Pangkalpinang berharap koordinasi lintas instansi dapat mempercepat respons ketika kebakaran terjadi. Selain itu, sinergi tersebut juga penting untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla sejak dini.
