PAGARALAM, HR — Kota Pagar Alam tidak hanya memiliki keindahan alam dan kemegahan Gunung Dempo. Kota yang kaya akan budaya Besemah ini juga menyimpan beragam warisan sejarah, tradisi, pengetahuan lokal, serta karya budaya yang menjadi identitas masyarakat.
Untuk menggali dan melestarikan kekayaan tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam menggelar Forum Group Discussion (FGD) Dokumentasi Warisan Budaya Besemah. Kegiatan ini mengangkat tema “Penelusuran Sejarah, Makna dan Proses Kudok Betelugh dan Utas di Kota Pagar Alam”.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Pagar Alam, Sardiono, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Balai Kota Pagar Alam, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, Sardiono menyampaikan bahwa kekayaan budaya Besemah tidak hanya terlihat melalui tarian, musik, sastra tutur, dan peninggalan megalitikum. Masyarakat Besemah juga memiliki benda tradisional, keterampilan tangan, teknik pembuatan, serta pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, Kudok Betelugh dan Utas merupakan karya tradisional masyarakat Besemah yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Kota Pagar Alam.

Ia berharap forum diskusi ini mampu menggali berbagai informasi tentang Kudok Betelugh dan Utas secara lebih mendalam. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenal sejarah, makna, serta proses pembuatannya melalui dokumentasi yang lengkap.
Sardiono juga mengajak seluruh peserta mengikuti diskusi secara terbuka, kritis, dan saling menghargai. Ia menilai setiap pengalaman, informasi, dan pandangan peserta dapat memperkaya pemahaman bersama mengenai warisan budaya Besemah.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah Kepala OPD, camat, tokoh adat, jurai tue, budayawan, serta pengrajin yang memahami kebudayaan Besemah.
Selain diskusi, Sanggar Seni Ikatan Keluarga Pecinta Kebudayaan Besemah (IKPKB) Pagar Alam turut memeriahkan acara melalui penampilan sejumlah kesenian tradisional. Pertunjukan tersebut meliputi Tari Kebagh, Ngampak Besemah, dan Kuntaw.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kota Pagar Alam berharap masyarakat semakin mengenal Kudok Betelugh dan Utas sebagai karya tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Pemerintah juga mendorong berbagai pihak untuk terus mempelajari, mendokumentasikan, serta mewariskan pengetahuan tentang budaya Besemah kepada generasi muda.
Sebab, melestarikan warisan budaya bukan sekadar mengenang masa lalu. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat Besemah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
