LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjajaki kolaborasi dengan Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui penelitian, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi agar memberikan nilai tambah bagi sumber daya lokal sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peluang kolaborasi itu dibahas dalam audiensi Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang kerja bupati, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Itera menyampaikan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan potensi unggulan Lampung Selatan melalui penerapan hasil penelitian yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Sejumlah bidang yang berpeluang dikembangkan meliputi pengolahan produk berbasis singkong, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan energi terbarukan. Pengembangan inovasi tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik sumber daya lokal dan kebutuhan masyarakat.
“Di perguruan tinggi, kita punya teknologi yang bisa memberikan nilai tambah terhadap sumber daya alam yang dimiliki Lampung Selatan. Ini yang ingin kita dorong melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di kampus, tetapi juga berdampak bagi masyarakat,” ujar Elfahmi.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk menghasilkan kajian yang komprehensif dan merumuskan solusi pembangunan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Menurut Egi, Lampung Selatan memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan hingga pariwisata. Namun, pengembangannya membutuhkan perencanaan terukur dengan mempertimbangkan kondisi sosial, karakteristik masyarakat, serta keberlanjutan program.
“Saya ingin Itera memberikan kajian yang matang. Peran Itera sangat dibutuhkan untuk melihat bagaimana kita bisa bergandengan tangan mengentaskan kemiskinan dan mengoptimalkan potensi yang ada di Lampung Selatan,” ujar Egi.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, hasil kajian dan inovasi yang dikembangkan tidak hanya menjadi rekomendasi, tetapi juga berpeluang diterapkan secara efektif dalam program pembangunan daerah.
Keterlibatan akademisi dan pemangku kepentingan juga dinilai penting untuk memetakan potensi daerah, mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta menyusun langkah tindak lanjut yang realistis dan terukur.
Audiensi ini menjadi langkah awal bagi Pemkab Lampung Selatan dan Itera untuk menjajaki kerja sama di bidang penelitian, pengembangan potensi unggulan daerah, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil riset dan inovasi perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendukung pembangunan Lampung Selatan yang lebih terarah serta berkelanjutan.
