Pantur Banjarnahor Soroti Pendidikan dan Pengawasan MBG

MUARA, HR — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Komisi E, Pantur Banjarnahor, menekankan pentingnya pengawasan sektor pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pantur menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di SMAN 1 Muara, Tapanuli Utara.

Menurut Pantur, pengawasan diperlukan agar program pemerintah berjalan optimal. Selain itu, setiap program harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pantur menjelaskan, Komisi E DPRD Sumatera Utara memiliki sejumlah mitra kerja. Salah satunya Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Karena itu, ia mendorong pengawasan terhadap berbagai persoalan pendidikan. Ia juga meminta siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Menurut Pantur, materi wawasan kebangsaan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan. Para siswa perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pendidikan, Pantur menyoroti pelaksanaan program MBG. Ia meminta pengawasan berlangsung sejak tahap awal hingga akhir.IMG 20260918 WA0030

Menurutnya, pengawasan menyeluruh dapat membantu mencegah persoalan dalam pelaksanaan program. Evaluasi juga perlu dilakukan agar MBG berjalan sesuai tujuan.

“Pengawasan harus kita lakukan dari awal sampai akhir. Kita ingin program ini berjalan optimal dan tidak terjadi kejadian buruk seperti yang terjadi di Karo atau daerah lainnya,” ujar Pantur.

Pantur juga mengajak siswa melihat potensi kawasan sekitar Danau Toba. Menurutnya, Muara memiliki fasilitas dan akses yang dapat mendukung pengembangan pariwisata.

Namun, potensi tersebut membutuhkan kreativitas generasi muda. Karena itu, Pantur mendorong siswa ikut memperkenalkan budaya dan potensi lokal.

Ia berharap siswa tidak hanya menjadi penonton perkembangan pariwisata. Mereka dapat menciptakan karya melalui seni, budaya, dan kegiatan kepemudaan.

Dalam kegiatan tersebut, mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Sumut, Dr. Drs. Alfred H. Silalahi, M.Si., turut menyampaikan materi wawasan kebangsaan.

Alfred menjelaskan empat pilar kebangsaan. Keempatnya yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Alfred, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi pelajar. Terlebih, siswa menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang semakin cepat.

“Pancasila adalah dasar negara kita, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI adalah bentuk negara yang final, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pengikat keberagaman kita,” kata Alfred.

Ia meminta siswa menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah. Penerapan itu dapat dilakukan dengan menghormati perbedaan dan mencegah perundungan.

Selain itu, siswa perlu mengutamakan musyawarah dan menghidupkan semangat gotong royong.

Kepala SMAN 1 Muara, Simon Simbolon, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia meminta siswa menyimak materi dan menjadikannya sebagai tambahan pengetahuan.

Simon juga berharap kehadiran Pantur Banjarnahor dapat mendukung kreativitas siswa. Ia menilai kegiatan seni dan tari di sekolah dapat terus dikembangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *