SUKABUMI, HR — Museum Prabu Siliwangi resmi memiliki Museum Keramik sebagai ruang khusus untuk menyimpan dan memamerkan ratusan koleksi keramik bersejarah. Direktur Pelindungan Kebudayaan bersama perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Barat meresmikan museum tersebut, disaksikan Wakil Wali Kota Sukabumi dan para tokoh budaya, Rabu (6/8/2026).
Pendiri Museum Prabu Siliwangi, KH. Fajar Laksana, menjelaskan pembangunan Museum Keramik merupakan tindak lanjut rekomendasi para arkeolog setelah proses identifikasi koleksi. Penelitian yang dilakukan bersama Badan Riset Nasional berhasil mengidentifikasi **368 koleksi keramik** yang berasal dari berbagai dinasti di Tiongkok, seperti Dinasti Tang dan Dinasti Song.
Selain itu, tim peneliti juga menemukan sejumlah koleksi keramik dari Timur Tengah yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Temuan tersebut memperkuat bukti adanya hubungan perdagangan antara Nusantara dengan berbagai bangsa sejak ratusan tahun lalu.
Seluruh hasil penelitian telah dihimpun dalam bentuk katalog. Dokumen tersebut diharapkan menjadi referensi akademis sekaligus mendukung pengembangan kajian sejarah dan budaya di Indonesia.
Direktur Warisan Budaya Ditjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, mengapresiasi pengelolaan Museum Prabu Siliwangi. Menurutnya, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi pusat riset, edukasi, konservasi, dan destinasi wisata budaya.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan memperkuat kolaborasi dengan Museum Prabu Siliwangi melalui pendampingan konservasi koleksi, penyusunan katalog, penelitian, serta menghadirkan tenaga ahli untuk membantu perawatan artefak agar tetap terjaga kelestariannya.
Melalui kerja sama tersebut, Museum Prabu Siliwangi diharapkan semakin berperan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan di Kota Sukabumi. ida
