BANGKA BELITUNG, HR — Umayr Ahmad Alfayyaadl, putra asli Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, siap membawa nama Indonesia ke ajang internasional.
Umayr bersama tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil lolos seleksi Seoul International Invention Fair (SIIF) 2026 di Korea Selatan.
Ketiga rekannya yakni Muhammad Firdaus Daffarachman, Binar Syah Alam, dan Reihan Slamet Arrusli. Mereka akan mengikuti ajang tersebut pada Desember 2026.
Keempat mahasiswa tersebut menghadirkan inovasi minuman fungsional bernama SERA (Circadian Botanical Beverage).
SERA merupakan minuman fungsional berbasis susu sapi murni. Produk ini memadukan kekayaan botani Nusantara dengan pendekatan sains bernama chrononutrition.
Tim mengembangkan tiga varian SERA, yaitu Rise, Flow, dan Rest. Setiap varian menyesuaikan asupan nutrisi dengan ritme sirkadian atau jam biologis manusia.

Inovasi tersebut mengangkat rempah Indonesia dalam konsep pangan modern. Tim juga mengembangkan SERA agar memiliki potensi daya saing di pasar global.
Dewan kurator INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) memberikan tiket emas kepada tim tersebut.
Tiket itu membuka kesempatan bagi mereka untuk memamerkan SERA di hadapan juri dan investor internasional di COEX Seoul.
Umayr mengatakan keikutsertaannya di Seoul bukan sekadar mengikuti kompetisi. Ia ingin menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan riset berbasis potensi Nusantara.
“Membawa inovasi SERA ke Seoul bukan sekadar kompetisi, tapi pembuktian bahwa riset mahasiswa mampu mengangkat derajat botani Nusantara ke pasar global,” ujar Umayr.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia asal Kepulauan Bangka Belitung mampu bersaing di tingkat internasional.
