Melanjutkan Pembangunan Industri Unggulan di Kota Pangkalpinang

Oleh : Denny Syaputra (Dosen Prodi Perikanan Tangkap Uniiversitas Bangka Belitung (UBB)

 

Visi Pembangunan Jangka Panjang Kota Pangkalpinang 2007-2026 yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan yang berbasis perdagangan dan jasa dengan dukungan industri unggulan. Untuk mencapai visi tersebut, beberapa rumusan umum mengenai upaya yang akan dilaksanakan pun sudah ditetapkan, diantaranya pemanfaatan potensi ekonomi berbasis sumberdaya lokal, serta peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.

Artinya, konsep pembangunan yang berkelanjutan masih menjadi acuan utama dalam skenario pembangunan industri di kota ini.

Dalam rangka membangun industri unggulan di suatu daerah, setidaknya ada beberapa hal yang selalu menjadi perhatian utama yaitu bagaimana meningkatkan efisiensi dalam investasi prasarana, dan bagaimana mempermudah koordinasi pengendalian dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.

Untuk itu, konsep aglomerasi dan kawasan peruntukan industri (apalagi yang dekat dengan pelabuhan) dapat diadopsi, mengingat industri membutuhkan jaminan pasokan bahan baku yang kontinu, yang berarti bahwa limbah atau pencemaran, akan menjadi masalah sehari-hari yang jika tidak diantisipasi dengan baik akan menjadi masalah yang besar dan rumit di kemudian hari.

Baca juga:  Dari Kebijakan Menuju Kebajikan: Membangun Ekosistem Kesalehan Ekologis di Madrasah

Salah satu contoh industri yang dapat dibangun di satu kawasan seluas 800 hektar di kota Pangkalpinang, misalnya di kawasan industri Ketapang, Kecamatan Pangkal Balam adalah Industri Penanganan dan Pengolahan Ikan (Fish Handling and Processing). Industri sejenis ini akan sangat efektif dan efisien dibangun dekat pelabuhan laut.

Industri ini membutuhkan beberapa sarana pendukung yang penting seperti pabrik es, cold storage, pabrik asap cair (sebagai bahan pengawet ikan pengganti formalin), bahkan industri kemasan produk atau kantong belanja yang biodegradable yang materialnya berasal dari limbah pertanian atau perkebunan seperti daun nanas, serat dari tanaman pisang, dan sebagainya.

Satu komoditas saja seperti hasil perikanan tangkap atau perikanan budidaya yang stoknya kontinu dapat memunculkan beberapa produk turunannya yang kemudian akan menjadi cabang atau ranting kegiatan industri selanjutnya. Limbah dari industri pengolahan ikan salah satunya dapat diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak (untuk unggas, ikan maupun ruminansia), baik dalam bentuk tepung atau pasta.

Baca juga:  Membangun Peradaban Berbasis Data: Urgensi Budaya Penelitian di Madrasah Aliyah Reguler

Selain itu, limbah dari industri pengolahan ikan juga dapat dibuat menjadi pupuk organik untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Bangka Belitung yang saat ini pun mulai giat dan menggeliat, terutama tanaman-tanaman rempah untuk kuliner dan jamu (lada, jahe merah, dan kunyit). Jika semua komoditas ini dikelola dengan baik stoknya maka efek ekonomi yang dihasilkan akan sangat positif dan luar biasa.

Tinggal dua hal lagi variabel yang harus dipikirkan untuk menjamin terselenggaranya kegiatan-kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan peruntukan industri yaitu sumberdaya manusia dan pasokan energi yang memadai. Tentu saja tidak mungkin kawasan-kawasan industri tersebut dapat tumbuh dan berkembang tanpa ada dukungan sumberdaya manusia yang mumpuni (baik teknik maupun manajerial), dan pasokan energi listrik yang cukup.

Khusus di bidang energi, sebenarnya kita masih berharap pembangkit listrik tenaga nuklir (khususnya Thorium yang berlimpah di Babel) yang aman dapat segera dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, mengingat kajiannya sudah dilakukan cukup lama, bahkan bertahun tahun yang lalu. Satu lagi variabel penting yang tidak boleh disepelekan adalah investasi, variabel ini sangat sensitif dan juga amat menentukan bagi sustainability (keberlanjutan) pembangunan industri.

Baca juga:  Komunitas Ojol : Trimakasih Pak Prabowo

Perlu kajian dan diskusi lebih mendalam untuk membahas tema ini, sekaligus pekerjaan rumah bagi para pengambil kebijakan agar senantiasa meletakkan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Kini, tinggal lagi kita semua menanti rumusan kebijakan yang disusun oleh pemerintah bersama para akademisi yang kompeten untuk menatap dan menapaki jalan menuju masa depan industri di Kota Pangkalpinang.

Masukan dan saran yang membangun dari berbagai pihak, tentu amat sangat dibutuhkan agar rumusan dan rencana induk pembangunan industri Kota Pangkalpinang yang dihasilkan benar-benar dapat menjadi acuan semua pihak terkait dalam rangka membangun gerak pembangunan industri unggulan yang sinergi dan harmoni di Kota Pangkalpinang tercinta ini.agus/denny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *