DEPOK, HR — Lurah Rangkapan Jaya, Ryan, menegaskan seluruh usulan pembangunan dari RW menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurut Ryan, banyaknya usulan dari setiap RW membuat pihak kelurahan harus cermat menentukan skala prioritas. Setiap kebutuhan warga tetap mendapat perhatian, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan alokasi dana yang tersedia.
“Tujuan utama kita memang membuat Kota Depok maju. Karena itu, kita fokus mengkaji setiap usulan dari RW. Semua permintaan kita layani, tetapi kita harus mengatur usulannya agar tidak melebihi anggaran,” ujar Ryan.
Ryan menjelaskan, program dana Rp300 juta untuk setiap RW harus terserap secara tepat. Karena itu, setiap RW perlu menyusun usulan berdasarkan kebutuhan paling mendesak.
Ia mencontohkan, satu RW tidak bisa mengajukan terlalu banyak kebutuhan sekaligus jika nilainya melebihi anggaran. Misalnya, satu RW mengusulkan mobil ambulans, jalan lingkungan, drainase, CCTV, cermin cembung, hingga gerobak sampah.
“Kalau satu RW mengusulkan mobil ambulans, jalan lingkungan, drainase, CCTV, cermin cembung, dan gerobak sampah, ya tidak cukup uangnya,” kata Ryan sambil tertawa.
Karena itu, pihak kelurahan perlu membuat aturan agar penggunaan dana tetap efektif. RW yang mengusulkan mobil ambulans, misalnya, dapat memprioritaskan kebutuhan tersebut tanpa menambah usulan lain yang membuat anggaran tidak mencukupi.
Ryan menegaskan, pengaturan tersebut bukan untuk membatasi kebutuhan masyarakat. Langkah itu bertujuan memastikan dana pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Kelurahan Rangkapan Jaya juga terus mengkaji usulan dari seluruh RW. Pemerintah kelurahan berharap setiap pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Dengan pengelolaan yang tepat, Ryan berharap program pembangunan di tingkat RW mampu mendukung kemajuan wilayah sekaligus membantu mewujudkan Kota Depok yang semakin maju.
