Lurah Beji Timur Sobarudin Jelaskan Makna Wisata Keberagaman

DEPOK, HR — Lurah Beji Timur, Haji Sobarudin, menjelaskan makna program wisata keberagaman yang berlangsung di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar warga.

Sobarudin menyampaikan hal itu saat berdiskusi dengan wartawan dan LSM di ruang kerjanya.
Menurut Sobarudin, pelaksanaan program pemerintah perlu memahami tujuan dasarnya. Ia mencontohkan program wisata keberagaman yang bertujuan mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Sobarudin menjelaskan bahwa keberagaman mencakup berbagai unsur masyarakat. Karena itu, kegiatan wisata keberagaman perlu melibatkan warga tanpa membedakan suku maupun agama.

Menurutnya, perangkat RT dan RW dapat mengajak tokoh agama, tokoh lintas agama, tokoh budaya, serta unsur masyarakat lainnya.

“Yang namanya keberagaman itu terkait semua unsur, tanpa melihat suku dan agama. Mari ajak berwisata,” ujar Sobarudin.

Ia juga menyarankan agar perangkat lingkungan mencatat seluruh peserta dalam daftar kehadiran. Dengan begitu, setiap unsur masyarakat dapat ikut dalam kegiatan tersebut.
Sobarudin berharap wisata keberagaman tidak sekadar menjadi kegiatan rekreasi. Ia ingin kegiatan itu menjadi ruang diskusi ringan bagi warga.

“Wisata keberagaman bisa menjadi ajang diskusi ringan yang dilaksanakan di lokasi wisata,” katanya.

Menurut Sobarudin, interaksi tersebut dapat membuka kesempatan bagi warga untuk saling mengenal. Warga juga dapat belajar menghargai perbedaan di lingkungan mereka.

“Keberagaman itu bisa melahirkan kerukunan, saling mengenal, saling menghargai, dan saling menyayangi sesama dalam satu RW,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang baik antar warga dapat mendukung pembangunan lingkungan. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat membangun wilayah secara bersama-sama.

“Dengan saling mengenal dan menghargai, kita bisa membangun wilayah bersama-sama,” kata Sobarudin.

Dalam diskusi tersebut, Sobarudin juga menekankan pentingnya memahami tujuan setiap program. Menurutnya, pemahaman yang baik dapat membantu masyarakat menjalankan program secara lebih tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *