LANDAK, HR – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan kepala sekolah tidak hanya menjalankan tugas administrasi. Ia meminta kepala sekolah menjadi penggerak perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.
Karolin menyampaikan hal tersebut saat melantik sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP dalam penyegaran jajaran pimpinan satuan pendidikan, Rabu (10/6).
Karolin meminta kepala sekolah yang baru dilantik membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat sekitar sekolah. Menurutnya, komunikasi tersebut penting agar berbagai persoalan pendidikan dapat pemerintah dan sekolah tangani bersama.
“Jangan ada kepala sekolah yang nggak teguran sama kepala desa, nggak pernah kenal dengan camatnya, dan lingkungan sekitarnya,” tegas Karolin.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Karolin adalah masih adanya siswa yang tidak melanjutkan pendidikan. Berdasarkan data, angka putus sekolah di Kabupaten Landak mencapai 0,39 persen pada jenjang SD dan 0,26 persen pada jenjang SMP.
Karolin meminta setiap sekolah mendata siswa yang berhenti bersekolah secara maksimal. Ia meminta kepala sekolah mengetahui penyebab dan kondisi setiap anak agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Tolong nanti dibuat semacam regulasinya, di setiap sekolah yang ada putus sekolah, kepala sekolah membuat laporan lengkap, Pak. Ditelusuri, ke mana siswanya, mengapa tidak bisa melanjutkan sekolah,” ujar Karolin.
Karolin bahkan menegaskan akan memberikan teguran kepada kepala sekolah yang tidak melaporkan kasus putus sekolah di wilayahnya.
“Setiap kepala sekolah yang tidak melaporkan dan diketahui ada yang putus sekolah, saya beri SP (Surat Peringatan). Tolong dicatat,” tambahnya.
Selain memastikan anak tetap mendapatkan hak pendidikan, Karolin meminta kepala sekolah meningkatkan kemampuan dasar siswa, terutama literasi dan numerasi.
Ia menyebut capaian literasi siswa SD di Landak masih berada pada angka 48,76 persen. Sementara kemampuan numerasi baru mencapai 35,79 persen.
Karolin menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius agar kualitas pendidikan Landak mampu mengejar capaian provinsi dan nasional.
“Gimana nih? Nah ini bantu ini bagaimana caranya meningkatkan numerasi dan literasi. Walaupun secara nasional memang kita masih belum terlalu baik, tapi paling tidak di Kabupaten Landak harus samalah dengan tingkat nasional atau paling tidak dengan tingkat provinsi,” ungkapnya.
Dalam pengelolaan tenaga pendidik, Karolin juga meminta sekolah mengoptimalkan tenaga honorer yang sudah ada. Ia memahami sekolah masih membutuhkan guru, tetapi meminta satuan pendidikan tidak menambah tenaga honorer baru untuk sementara.
“Kami sangat memahami bahwa tenaga honorer sampai dengan hari ini masih ada, sudah masuk Dapodik juga masih ada, tapi belum bisa tes PPPK. Namun demikian saya berharap agar tenaga honorer ini yang pertama tolong jangan tambah dulu. Optimalkan yang ada,” pungkas Karolin. lundak pakpahan
