Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering.

Pemkab Lampung Selatan memperkuat langkah pencegahan sejak dini untuk mengantisipasi peningkatan risiko karhutla selama musim kemarau.

Langkah tersebut terlihat dalam Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026). Apel ini memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan menghadiri apel tersebut. Mereka antara lain Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan Edy Firnandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan M. Sefri Masdian, Kepala Pelaksana BPBD Maturidi, serta Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Deddy juga mengingatkan informasi BMKG terkait periode puncak El Nino yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September. Karena itu, seluruh unsur terkait perlu memperkuat langkah antisipasi.

“Cuaca menuntut kewaspadaan dari kita semua. Penanganan harus dilakukan secara serius. Kita bertanggung jawab penuh untuk melindungi ketahanan pangan dan menghadapi bahaya kekeringan,” ujar Deddy.

Menurut Deddy, pencegahan harus menjadi prioritas. Petugas perlu mengoptimalkan sistem deteksi dini agar setiap potensi titik api dapat segera ditangani.

“Optimalisasi deteksi dini. Jangan tunggu api membesar. Setiap spot yang terdeteksi harus dilakukan pemadaman awal,” tegasnya.

Selain deteksi dini, Deddy meminta seluruh unsur memastikan ketersediaan sumber air. Menurutnya, sumber air menjadi salah satu kebutuhan utama ketika petugas melakukan pemadaman.

“Kita harus memastikan unsur air sebagai bahan utama dalam penyelamatan. Lakukan koordinasi dan kolaborasi untuk menyiapkan sumber air alternatif, termasuk menyiapkan mobil tangki sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Selanjutnya, Deddy meminta petugas meningkatkan patroli terpadu di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Patroli tersebut membantu petugas memantau kondisi lapangan secara berkala dan mempercepat penanganan ketika menemukan indikasi kebakaran.

Deddy juga meminta jajaran terkait memeriksa seluruh armada dan kendaraan secara berkala. Pemeriksaan tersebut memastikan seluruh sarana penanggulangan karhutla siap bergerak ketika terjadi keadaan darurat.

“Tingkatkan patroli terpadu ke daerah rawan. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap armada dan kendaraan agar saat dibutuhkan, seluruhnya dalam kondisi siap,” imbuhnya.

Melalui apel gelar pasukan tersebut, seluruh unsur penanggulangan karhutla di Lampung Selatan memperkuat kesiapan menghadapi potensi kebakaran selama musim kering.

Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci pencegahan karhutla. Selain itu, koordinasi yang kuat dapat mempercepat respons ketika kebakaran muncul.

Dengan kesiapsiagaan sejak dini, Pemkab Lampung Selatan berharap potensi karhutla dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus menjaga keselamatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *