Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Siapkan Dukungan APBN untuk Pembangunan Sintang

SINTANG, HR — Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengunjungi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (21/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Lasarus didampingi sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dan disambut Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, Ketua DPRD Sintang, Sekretaris Daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang.

Dalam pertemuan tersebut, Lasarus memaparkan sejumlah rencana dukungan anggaran dari APBN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat Kabupaten Sintang.

Ia menyebutkan, pembangunan infrastruktur di Sintang masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, indeks infrastruktur Kabupaten Sintang berada di angka 51,94 persen, sedangkan indeks kemantapan jalan baru mencapai 13,13 persen. Sementara itu, cakupan rumah layak huni mencapai 94,2 persen dan akses air bersih sebesar 53,7 persen.

“Ini yang memang masih menjadi tantangan kita cukup berat. Itu kondisi secara umum di Kabupaten Sintang,” ujar Lasarus.

Lasarus mengatakan, usulan Bupati Sintang mengenai peningkatan jalan menuju kawasan perbatasan akan terus ditindaklanjuti. Beberapa ruas yang menjadi perhatian di antaranya jalur Sintang–Semubuk dan Semubuk menuju Simpang Nanga Merakai.

Terkait Jembatan Ketungau di Nanga Merakai, ia menegaskan perlunya audit struktur terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pembangunan selanjutnya.

“Kita bantu audit konstruksi dulu. Saya juga ada kekhawatiran untuk meneruskan bangunan yang lama ini. Jangan sampai nanti kita meneruskan bangunan lama, kemudian terjadi apa-apa,” jelasnya.

Pada 2026, menurut Lasarus, terdapat delapan ruas jalan di Sintang yang dikerjakan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dengan total anggaran Rp140 miliar. Ruas jalan yang disebutkan antara lain Sintang menuju Simpang Keladan, Simpang Manis Raya menuju Sepauk Hulu, Paoh Benua menuju Tempunak Hulu, Simpang Pandan menuju Tempunak Hulu, Umin menuju Baras, serta Nanga Dedai.

Selain peningkatan jalan, Lasarus menyampaikan rencana dukungan pembangunan tiga jembatan gantung dan bantuan perumahan sebanyak 2.700 unit di Kabupaten Sintang.

Penataan kawasan Tugu Jam Sintang juga direncanakan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp70 miliar pada 2027. Sementara itu, pelebaran Jalan Lintas Melawi akan memasuki tahap perencanaan. Pemerintah Kabupaten Sintang diminta berkoordinasi untuk menyelesaikan pembebasan lahan, sedangkan biaya pelebaran dan pembebasan lahan direncanakan bersumber dari APBN.

Untuk Duplikasi Jembatan Melawi, perencanaan ditargetkan dilakukan pada 2026 dan pengerjaan fisik direncanakan mulai 2028. Adapun kelanjutan pembangunan Jembatan Ketungau akan ditentukan setelah audit struktur selesai.

Lasarus juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pembangunan tiga jembatan rangka baja di Sungai Buaya, Sungai Sekapat, dan Sungai Inggar. Selain itu, peningkatan jaringan irigasi dan pembangunan sumur bor di 11 lokasi turut masuk dalam rencana bantuan.

“Untuk peningkatan jaringan irigasi, juga akan saya bantu. Usulan Bupati Sintang soal irigasi hanya Rp40 miliar, satu tahun anggaran selesai dan cukup. Sumur bor kita bantu 11 lokasi,” katanya.

Dalam sektor pelayanan dasar, Lasarus menyatakan menyiapkan anggaran Rp56 miliar untuk mendukung penyediaan air bersih di Sintang. Ia juga menyampaikan rencana bantuan untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Sementara itu, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik disebut masih menghadapi kendala karena belum adanya kesiapan dari pihak Malaysia. Lasarus juga menyatakan dukungan terhadap revitalisasi Istana Al-Mukaramah Kesultanan Sintang.

“Usulan Bupati Sintang ini, saya pastikan akan dibantu 80 persen dari total usulan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Lasarus turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Sintang atas dukungan yang diberikan selama perjalanan politiknya hingga dipercaya memimpin Komisi V DPR RI.

“Saya mau mengakui bahwa dari masa ke masa, Sintang inilah yang memproduksi suara paling besar setiap kali pemilu sehingga saya selalu bisa duduk di DPR RI dan mendapat kepercayaan memimpin Komisi V DPR RI. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Sintang,” tutup Lasarus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *