Kekeringan Belum Reda, Ratusan Pegawai Pemprov Babel Salat Istisqa’

PANGKALPINANG, HR — Kekeringan akibat kemarau panjang masih dirasakan masyarakat Bangka Belitung. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan meningkatkan risiko kebakaran.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus melakukan berbagai upaya untuk menghadapi kondisi tersebut. Selain langkah penanganan di lapangan, Pemprov Babel juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan ikhtiar agar hujan segera turun.

Pada Jumat (25/9/2026) pagi, ratusan pegawai di lingkungan Pemprov Babel mengikuti Salat Istisqa’ di halaman Kantor Gubernur Babel. Salat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemprov Babel Ustaz Yasir Mustafa memandu rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 06.45 WIB.

Syekh Ismail Al-Hafidz, ulama asal Palestina yang menempuh pendidikan hafalan Alquran di Turki, bertindak sebagai imam. Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KH Syamsuni Saleh menyampaikan khotbah.

Gubernur Babel Hidayat Arsani yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel Tarmin mengajak jemaah memperbanyak istigfar dan bermunajat kepada Allah SWT.IMG 20260926 WA0028

“Kita tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan mendatangkan sesuatu, Allah-lah yang mendatangkan sesuatu. Oleh karena itu, karena keadaan sudah seperti ini, tentu sebagai manusia biasa, kita hanya bermunajat, meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan,” ujar Tarmin.

Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel Ustaz Yasir Mustafa mengatakan, kondisi kemarau yang masyarakat rasakan menjadi pengingat untuk meningkatkan kesabaran dan memperbanyak doa.

Menurut Yasir, sebagian masyarakat masih harus membeli air karena sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita yang sedikit ini, dengan usaha kita berdoa kepada Allah dalam sunnah Nabi untuk mengerjakan Salat Istisqa ini, mudah-mudahan doa-doa kita, dosa-dosa kita juga insyaallah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Yasir.

Ia berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan air, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Mudah-mudahan Allah juga akan memberikan keberkahan kepada kita semua, keberkahan kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung, dan sudah barang tentu dengan turunnya hujan Allah juga berikan keberkahan kepada kita,” ujarnya.

Yasir juga mengingatkan jemaah agar tetap bersabar menghadapi kondisi kekeringan. Ia mengajak masyarakat melihat situasi tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak doa.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ini ujian kecil sekali dibandingkan ujian-ujian yang akan kita hadapi di hari kiamat nanti. Untuk itu, kita banyak bersabar, innallaha ma’ashobirin,” katanya.

Ia menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

“Banyak saudara-saudara kita yang sekarang masih membeli air di mana-mana, di mana-mana kering, kemudian sampai nyuci di sungai. Maka dari itu kita berdoa mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

Dalam rangkaian Salat Istisqa’, jemaah juga menjalankan salah satu sunnah dengan membalikkan serban. Jemaah kemudian memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, hewan ternak, dan alam sekitar.

Usai Salat Istisqa’, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu.

Pemprov Babel menyalurkan santunan tersebut bersama Baznas Babel melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Babel. Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp150 ribu dengan total bantuan mencapai Rp3 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *