Kapolres Majalengka Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada Pangan

MAJALENGKA, HR — Polres Majalengka menunjukkan komitmen mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., memimpin penanaman bawang putih di lahan pertanian Blok Cipari, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Senin (31/8/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat program swasembada bawang putih nasional.

Kapolres Majalengka hadir bersama Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., Camat Argapura, pejabat utama Polres Majalengka, Kapolsek Argapura, Kepala Desa Cikaracak, Koordinator BPP Argapura, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta sekitar 35 anggota Kelompok Tani Mekar Harapan.

Kapolres Majalengka bersama unsur Muspika Argapura mengawali penanaman secara simbolis di lahan seluas satu hektare. Setelah itu, jajaran pejabat utama Polres Majalengka dan para petani melanjutkan kegiatan penanaman.

AKBP M. Aldy Sulaiman mengatakan Polri siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayah Majalengka.

“Penanaman bawang putih ini merupakan langkah nyata Polres Majalengka dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat menuju percepatan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih. Wilayah Argapura memiliki potensi lahan yang sangat subur, dan kami siap mengawal serta mendampingi para petani agar produktivitas hasil panen dapat maksimal,” ujar AKBP M. Aldy Sulaiman.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Setelah melakukan penanaman, Kapolres Majalengka bersama jajaran menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada Kelompok Tani Mekar Harapan Desa Cikaracak.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polres Majalengka terhadap para petani yang berperan penting menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Majalengka.

Polres Majalengka berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dapat terus berkembang. Sinergi tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *