LAMSEL, HR — Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembinaan warga binaan sekaligus melanjutkan berbagai inovasi yang telah berjalan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar saat menghadiri acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Rabu (26/8/2026).
Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda resmi berpindah dari Benny Nurrahman, A.Md. IP., S.H., M.H., kepada Badarudin, A.Md. IP., S.H., M.H. Prosesi serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara dan memori jabatan.
Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Syaiful menyampaikan apresiasi kepada Benny Nurrahman beserta istri atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.
“Mewakili Bapak Bupati Radityo Egi Pratama, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Benny Nurrahman beserta Ibu atas pengabdian, dedikasi, serta kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda,” ujar Syaiful.
Menurut Syaiful, berbagai dinamika dan tantangan selama masa kepemimpinan Benny menjadi bagian dari proses pengabdian untuk memberikan pelayanan terbaik. Ia juga mengapresiasi komunikasi dan koordinasi antara Lapas Kalianda, Pemkab Lampung Selatan, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia berharap hubungan baik tersebut tetap terjaga meski Benny melanjutkan tugas di tempat yang baru.
Syaiful juga menyampaikan selamat datang kepada Badarudin sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda yang baru. Ia berharap Badarudin mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, Lapas tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum. Lembaga pemasyarakatan juga memiliki peran penting dalam membina dan memberdayakan warga binaan agar mampu memperbaiki diri serta kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
“Untuk itu sinergi dan kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung Maulidi Hilal mengapresiasi pengabdian Benny Nurrahman selama sekitar satu setengah tahun memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.
Maulidi meminta Badarudin mempertahankan sekaligus mengembangkan berbagai inovasi dan capaian positif yang telah dibangun sebelumnya.
“Jangan merubah inovasi yang sudah dilakukan oleh Pak Benny. Kalau itu baik, teruskan. Kalau memang dibutuhkan organisasi, tingkatkan,” pesan Maulidi.
Ia menilai pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Karena itu, pemimpin baru tidak perlu menghapus program yang telah berjalan baik hanya untuk meninggalkan ciri khas kepemimpinannya.
Maulidi juga mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional dalam menghadapi dinamika pekerjaan dan berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak serta menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
Benny Nurrahman menyampaikan pamit setelah menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda sejak 1 Februari 2025. Selanjutnya, ia akan menjalankan tugas di Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.
Benny menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, serta insan media yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan program pembinaan.
Ia berharap berbagai program dan hal baik yang telah dibangun bersama dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan baru.
Sementara itu, Badarudin menyatakan siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan meneruskan berbagai program yang telah berjalan di Lapas Kalianda.
“Kami siap melanjutkan apa yang telah Pak Benny perjuangkan dan laksanakan. Insyaallah dengan memohon dukungan saudara-saudara sekalian, baik stakeholder internal maupun stakeholder eksternal,” ujar Badarudin.
Ia juga meminta dukungan Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, keberhasilan tugas pemasyarakatan membutuhkan kolaborasi yang kuat agar pelayanan kepada masyarakat dan pembinaan warga binaan terus meningkat.

