LANDAK, HR – Jembatan Air Dangawan di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa dilalui kendaraan. Kerusakan ini diduga terjadi akibat truk bertonase besar yang mengangkut material proyek milik PT Gemilang Sawit Kencana (PT GSK).
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Dua unit truk tronton bermuatan balok beton persegi melintas di atas jembatan dengan beban melebihi kapasitas. Beban berat itu langsung merusak struktur jembatan dan membuatnya tidak dapat difungsikan.
Kepala Desa Sebatih segera menghubungi pihak PT GSK setelah kejadian tersebut. Truk diketahui membawa material untuk pembangunan jembatan di area perusahaan.
Pada pagi hari berikutnya, Kepala Desa Sebatih, Kepala Desa Pahauman, Kepala Desa Saham, dan Camat Sengah Temila melakukan koordinasi. Mereka sepakat menghentikan seluruh aktivitas pengangkutan dan pelintasan di Jembatan Air Dangawan demi keselamatan warga.
Saat dikonfirmasi terkait tanggung jawab dan rencana perbaikan, manajemen PT Gemilang Sawit Kencana belum memberikan kepastian. Pihak manajer perusahaan belum dapat memastikan waktu perbaikan jembatan.
Kerusakan Jembatan Air Dangawan berdampak besar pada akses transportasi antar desa. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu. Masyarakat berharap perusahaan segera bertanggung jawab, sementara pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, Jembatan Air Dangawan masih ditutup dan seluruh aktivitas truk bermuatan berat dihentikan sementara. lp






