PalmCo Dukung Pemulihan Banjir Tapanuli Selatan

TAPANULI SELATAN, HR — Pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan terus berlangsung. Infrastruktur dasar yang sempat lumpuh kini mulai berfungsi kembali, seiring kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kebangkitan masyarakat pascabencana.

Salah satu pihak yang terlibat adalah PTPN IV PalmCo. Sejak fase tanggap darurat hingga tahap pemulihan, perusahaan ini berperan dalam mendukung normalisasi akses serta aktivitas ekonomi warga di sejumlah desa terdampak.

Sejak awal bencana pada akhir 2025, PalmCo menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, air bersih, dan obat-obatan. Perusahaan juga mendukung penyediaan hunian sementara hingga hunian tetap bagi warga terdampak.

Selain itu, akses jalan yang sempat terputus akibat timbunan lumpur ditangani melalui pengerahan empat unit ekskavator. Pada tahap awal, PalmCo mengalokasikan dana hampir Rp500 juta, termasuk untuk kebutuhan operasional bahan bakar.

Memasuki fase pemulihan, fokus bergeser pada perbaikan infrastruktur vital seperti jalan poros desa dan saluran drainase. Perusahaan kembali mengalokasikan dana lanjutan lebih dari Rp700 juta untuk operasional alat berat sepanjang Januari hingga Maret 2026, terutama di Kecamatan Batang Toru.

IMG 20260417 WA0027
Perbaikan jalan paska banjir

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pemulihan infrastruktur menjadi kunci agar masyarakat dapat kembali mandiri.

“Respons awal difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar. Namun, pemulihan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.

Di lapangan, dampak pemulihan mulai dirasakan masyarakat. Jalan desa yang sebelumnya tertutup lumpur kini kembali dapat dilalui, sementara saluran air mulai berfungsi normal.

Pardikin, tokoh masyarakat setempat, mengatakan bantuan yang diberikan dirasakan sejak awal hingga tahap pemulihan. “Kami merasakan langsung bantuannya. Sekarang jalan dan parit sudah dibersihkan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Nurkim, warga Desa Benteng. Ia menyebut aktivitas warga sempat lumpuh total akibat akses terputus. “Sekarang kami sudah bisa ke kebun dan ke pasar lagi,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai keberlanjutan pemulihan dan efektivitas penggunaan anggaran tetap perlu menjadi perhatian. Transparansi serta sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dinilai penting agar penanganan pascabencana memberikan dampak jangka panjang.

Pengawasan terhadap infrastruktur yang telah diperbaiki juga diperlukan untuk mencegah kerusakan ulang, terutama saat menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Pemulihan bertahap ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Normalisasi infrastruktur yang disertai pengawasan dan keberlanjutan program menjadi kunci agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara mandiri dan stabil. lp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *