LANDAK, HR — Kondisi ruas Jalan Pahauman–Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, kembali memantik sorotan. Di tengah kerusakan jalan yang tak kunjung tuntas, sebuah truk yang diduga mengangkut alat berat jenis ekskavator menuju area PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) juga menjadi perhatian publik.
Hingga Senin (17/8/2026), PT GSK maupun pihak kepolisian belum memberikan tanggapan atas permohonan konfirmasi yang disampaikan Harapan Rakyat terkait aktivitas kendaraan tersebut.
Sebelumnya, Harapan Rakyat memberitakan kemunculan sebuah truk yang diduga membawa alat berat menuju area PT GSK. Kendaraan itu terekam dalam video saat melintas di Jalan Pahauman–Saham pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 00.44 WIB.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan alat berat tersebut diduga akan digunakan untuk kegiatan pengerukan di area perusahaan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan mengenai tujuan, kegiatan, maupun status kendaraan tersebut.
Persoalan kendaraan angkutan alat berat menjadi semakin relevan karena masyarakat masih menghadapi kondisi Jalan Pahauman–Saham yang memprihatinkan.
Foto yang diambil Senin pagi, setelah hujan mengguyur kawasan tersebut pada malam sebelumnya, memperlihatkan sejumlah titik jalan dalam kondisi berlumpur. Tanah yang digunakan untuk menimbun bagian jalan yang rusak berubah menjadi lumpur ketika terkena hujan.
Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut untuk beraktivitas.
Kerusakan Jalan Pahauman–Saham bukan persoalan baru. Masyarakat menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Selama periode itu, persoalan jalan telah berulang kali menjadi sorotan dan tercatat sedikitnya 16 kali diberitakan.
Situasi semakin memprihatinkan karena persoalan tidak hanya terjadi pada badan jalan. Salah satu jembatan di jalur tersebut juga pernah mengalami kerusakan hingga sebagian konstruksinya terputus.
Rangkaian kondisi itu memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan dan penanganan ruas jalan yang menjadi akses penting masyarakat. Apalagi, aktivitas kendaraan berat di jalur tersebut berpotensi menambah beban terhadap infrastruktur yang sudah mengalami kerusakan.
Meski demikian, dugaan tersebut masih membutuhkan penjelasan dan verifikasi dari pihak terkait. Harapan Rakyat tidak menyimpulkan adanya hubungan antara aktivitas truk alat berat dengan kerusakan jalan sebelum memperoleh keterangan resmi dan data teknis.
Karena itu, pemerintah daerah, pihak perusahaan, kepolisian, dan instansi teknis terkait perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat. Publik berhak mengetahui status kendaraan, tujuan pengangkutan alat berat, serta langkah penanganan terhadap kondisi Jalan Pahauman–Saham.
Masyarakat juga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar melakukan penimbunan sementara yang kembali berubah menjadi lumpur ketika hujan turun.
Harapan Rakyat telah mengirimkan permohonan konfirmasi kepada PT GSK dan Kapolres Landak untuk menjaga keberimbangan pemberitaan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi.
Harapan Rakyat tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Gemilang Sawit Kencana maupun pihak kepolisian. Setiap tanggapan resmi yang diterima akan dimuat secara proporsional sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalisti.
