Hidayat Arsani Instruksikan BPBD Sigap Salurkan Air Bersih

PANGKALPINANG, HR — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung visi Babel Berdaya 2029.

Hidayat Arsani menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bentuk pelayanan publik yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

“Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat, bukan pilihan. Kekeringan dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada kehidupan warga. Oleh karena itu, Pemprov Babel bersama BPBD harus hadir secara cepat dan terukur. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami dalam RPJMD Babel Berdaya 2029, yaitu pelayanan publik harus responsif, bersih, dan melayani demi terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat,” ujarnya.

Baca juga:  Perpisahan SDN Limo 3 Depok Penuh Haru, Seluruh Siswa Lulus

Untuk mempermudah masyarakat memperoleh bantuan, Pemprov Babel menetapkan mekanisme pengajuan distribusi air bersih melalui BPBD.

Warga dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa, kelurahan, atau kecamatan dengan melampirkan data lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga, serta kebutuhan air. Selanjutnya, BPBD akan melakukan verifikasi lapangan, menyusun jadwal distribusi, dan menyalurkan air bersih menggunakan armada mobil tangki.

Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi call center BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di nomor 0811-7818-600 untuk memperoleh informasi maupun layanan tanggap darurat.

Hidayat Arsani juga mengajak masyarakat berperan aktif menghadapi musim kemarau dengan menghemat penggunaan air serta menjaga kelestarian sumber air.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menghadapi dampak kekeringan ini dengan bijak. Menjaga dan menghemat air bukan hanya respons sesaat terhadap kemarau, melainkan juga bagian dari budaya hidup sehat dan mandiri yang ingin kita bangun bersama di Bangka Belitung,” katanya.

Baca juga:  Wali Kota Pangkalpinang Buka PKBI dan UKBI untuk Guru

Ia mengimbau masyarakat memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok, menampung air hujan sebagai cadangan, memperbaiki saluran yang bocor, serta menjaga kebersihan sumber air agar tetap terhindar dari pencemaran.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung optimistis mampu menghadapi dampak musim kemarau sekaligus mewujudkan target pembangunan dalam visi Babel Berdaya 2029. agus priadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *