JAKARTA, HR – Proyek Perbaikan Saluran di Jalan Kesemek, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dengan nilai kontrak Rp293.585.642,00 menjadi sorotan. Tim Investigasi harapanrakyatonline.com menemukan material U-Ditch yang diduga merupakan stok lama atau bekas, dengan kondisi retak dan gompal. Selain itu, pekerjaan terpantau berlangsung di area yang tergenang air, sementara dasar galian tidak terlihat dilengkapi lantai kerja.
Proyek yang dilaksanakan Suku Dinas (Sudis) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara tersebut dikerjakan oleh CV Narohita Satahi berdasarkan kontrak Nomor 28090/PN.01.02 tertanggal 8 September 2026. Pekerjaan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender, terhitung sejak 8 September hingga 6 Desember 2026.
Berdasarkan pantauan harapanrakyatonline.com pada Rabu (21/10/2026), sejumlah material U-Ditch terlihat diletakkan di tepi jalan. Salah satu unit yang berada di barisan depan tampak mengalami retak memanjang, bagian ujung gompal, permukaan kusam, serta terdapat noda kehitaman menyerupai lumut.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa material yang disiapkan bukan seluruhnya produk baru. Namun, untuk memastikan apakah U-Ditch tersebut merupakan barang bekas, stok lama, atau material yang tidak memenuhi persyaratan mutu, diperlukan pemeriksaan dokumen pengadaan dan pengujian teknis oleh pihak berwenang.
Tim juga mendapati dasar galian berupa tanah bercampur lumpur dan genangan air. Pada saat pemantauan, tidak terlihat lantai kerja yang menjadi dasar pemasangan U-Ditch. Dinding galian pun tampak terbuka tanpa penahan tanah yang terlihat, sehingga aspek keselamatan pekerja dan warga di sekitar lokasi perlu mendapat perhatian.
Selain persoalan material dan metode pemasangan, pengamanan area kerja juga menjadi sorotan. Pada pukul 17.01 WIB, galian masih terbuka dan belum terlihat dilengkapi pembatas pengaman yang memadai maupun penerangan khusus. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga dan pengendara sepeda motor yang melintas, terutama ketika hari mulai gelap.

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengharapkan agar pekerjaan saluran tersebut dilaksanakan secara benar dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
“Kami berharap saluran ini dikerjakan dengan baik, materialnya layak, dan pemasangannya sesuai aturan. Jangan sampai baru selesai dibangun, tetapi kemudian retak atau ambles sehingga warga kembali dirugikan,” ujar warga yang tidak mau namanya dipublikasikan.
Warga juga berharap pelaksana proyek memperhatikan keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung, terutama karena lokasi berada di lingkungan permukiman dan akses jalan yang digunakan setiap hari.
“Kalau galian masih terbuka, harus ada pembatas yang jelas supaya warga, khususnya anak-anak dan pengendara motor, tidak sampai terperosok. Kami berharap pengawas proyek benar-benar memperhatikan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Pengujian mutu U-Ditch, pemeriksaan spesifikasi teknis, serta pencocokan pekerjaan fisik dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) diperlukan untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan kontrak. Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui apakah material yang digunakan memenuhi persyaratan dan apakah metode pemasangan sudah sesuai dengan kondisi tanah di lokasi.
harapanrakyatonline.com mendorong Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan instansi berwenang melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan. Evaluasi juga perlu mencakup penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengamanan galian, serta pengawasan pekerjaan oleh pelaksana dan konsultan pengawas.
Hingga berita ini disusun, Redaksi harapanrakyatonline.com belum memperoleh konfirmasi resmi dari Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, konsultan pengawas, maupun manajemen CV Narohita Satahi terkait temuan tersebut. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan tertulis belum mendapatkan tanggapan.
harapanrakyatonline.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Suku Dinas SDA Jakarta Utara, pelaksana proyek, serta konsultan pengawas agar persoalan ini dapat dijelaskan secara berimbang kepada masyarakat. •lisbon sihombing
