LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan Gerakan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) terus berjalan meski rangkaian lomba memasuki tahap akhir.
Pemkab Lampung Selatan ingin menjadikan nilai-nilai HELAU sebagai budaya bersama yang masyarakat terapkan di seluruh desa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Mingguan Pemkab Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).
Supriyanto mengatakan proses penilaian Lomba Desa HELAU kini memasuki tahap finalisasi. Sebanyak 40 desa terpilih mengikuti proses penentuan untuk menetapkan peringkat terbaik.
Menurutnya, perlombaan dan hadiah bukan tujuan utama Gerakan Desa HELAU. Pemkab justru ingin memastikan masyarakat terus menerapkan semangat HELAU setelah perlombaan selesai.
“Lomba, kemudian termasuk hadiahnya tentu bukanlah tujuan utama. Kita harus memastikan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut,” tegas Supriyanto.
Supriyanto berharap Gerakan Desa HELAU mampu mendorong perubahan nyata di lingkungan perdesaan. Gerakan tersebut mencakup upaya menciptakan desa yang indah, bersih, sehat, aman, dan nyaman.
Selain menjaga lingkungan, nilai HELAU juga dapat mendukung berbagai agenda pembangunan daerah. Pemkab Lampung Selatan dapat mengembangkan gerakan ini untuk memperkuat kesehatan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, dan menangani stunting.
Karena itu, Supriyanto meminta jajaran Pemkab Lampung Selatan, camat, dan pemerintah desa menjaga keberlanjutan gerakan tersebut.
“Jadi tidak hanya karena lomba, tetapi ini akan terus berlanjut,” katanya.
Pemkab Lampung Selatan juga berencana kembali menggelar Lomba Desa HELAU pada tahun berikutnya. Pemerintah daerah ingin memperluas penerapan nilai-nilai HELAU ke seluruh wilayah perdesaan.
Supriyanto menargetkan seluruh desa di Lampung Selatan memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam menerapkan nilai-nilai HELAU dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
“Sehingga desa-desa dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan semuanya punya semangat yang sama,” tuturnya.
Menurut Supriyanto, keberlanjutan Gerakan Desa HELAU tidak hanya menghasilkan perubahan fisik. Gerakan tersebut juga dapat membangun kebiasaan positif, memperkuat gotong royong, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dengan demikian, berakhirnya lomba bukan menjadi garis akhir. Pemkab Lampung Selatan ingin menjadikannya sebagai awal bagi gerakan yang lebih luas agar semangat HELAU hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
