GOWA, HR — Camat Pallangga, Basir, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar Pemerintah Desa Taeng di Dewi Sri, Jalan Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung atas undangan Kepala Desa Taeng, H. Nurdin Yasin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah desa.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana sekaligus mendorong terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana). Melalui program ini, warga diharapkan mampu mengenali ancaman di lingkungannya, mengurangi risiko bencana secara mandiri, serta bertindak cepat dan tepat saat kondisi darurat terjadi.
Usai kegiatan sosialisasi, Camat Pallangga Basir menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan Destana adalah menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Bila terjadi hal yang tidak kita inginkan dan masih bisa dikendalikan di rumah, sebaiknya jangan panik. Yang terpenting adalah memberikan respons yang tepat agar dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Basir.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan korban saat terjadi bencana.
Sementara itu, Kepala Desa Taeng, H. Nurdin Yasin, mengatakan pemerintah desa terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana. Selain itu, pemerintah desa akan mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan desa.
“Kami ingin meningkatkan pemahaman mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Taeng, Muhammad Kasim, memaparkan tahapan pembentukan Desa Tangguh Bencana. Tahapan tersebut dimulai dari penyuluhan kepada aparatur dan masyarakat mengenai potensi bahaya di wilayah desa.
Selanjutnya, pemerintah desa akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga warga untuk menyusun peta ancaman dan jalur evakuasi yang aman.
Selain itu, Desa Taeng juga akan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai wadah koordinasi penanggulangan bencana di tingkat desa. Pemerintah desa kemudian akan menggelar pelatihan dan simulasi penanganan keadaan darurat agar relawan serta masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana.
Melalui pembentukan Destana, Pemerintah Desa Taeng berharap masyarakat semakin tangguh, mampu mengurangi risiko bencana, serta dapat bertindak cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat. kartia
