Bupati OKI Lantik Direktur Baru Perumda Tirta Agung

KAYUAGUNG, HR – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki melantik Dr. dr. M. Hakim sebagai Direktur Perumda Tirta Agung OKI periode 2026–2031, Senin (10/8/2026).

Pelantikan berlangsung sederhana di Kantor Perumda Tirta Agung, Kayuagung, OKI. Sejumlah pejabat dan undangan menghadiri acara tersebut, di antaranya Direktur PDAM PALI, Sekretaris Daerah OKI, para kepala dinas, Kepala Bank Sumsel Babel Kayuagung, jajaran karyawan Perumda Tirta Agung, serta undangan lainnya.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki meminta Direktur Perumda Tirta Agung yang baru meningkatkan kualitas perusahaan sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Muchendi, perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Perumda Tirta Agung juga harus menjawab keluhan pelanggan, terutama terkait kualitas air yang sebelumnya masih keruh dan tidak layak konsumsi.

“Bukan hanya mencari keuntungan, kita juga harus memperhatikan keluhan masyarakat. Selama ini masih ada masyarakat yang mendapatkan air keruh dan tidak bisa dikonsumsi,” ujar Muchendi.

Muchendi menegaskan pelayanan kepada pelanggan harus menjadi prioritas. Ia juga meminta manajemen meningkatkan kecepatan dalam menangani setiap keluhan masyarakat.

“Tantangan informasi dan layanan internet sangat berat. Karena itu, pelayanan harus ditingkatkan dan setiap keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain pelayanan, Muchendi meminta manajemen mengurangi kebocoran air yang selama ini menjadi salah satu kendala perusahaan. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperbaiki kinerja dan kondisi keuangan Perumda Tirta Agung.

Bupati juga menyoroti tunggakan pembayaran yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Ia meminta manajemen segera menindaklanjuti pelanggan yang belum memenuhi kewajibannya.

Muchendi juga mendorong Perumda Tirta Agung melakukan digitalisasi sistem pembayaran. Menurutnya, pembayaran pelanggan harus langsung masuk ke rekening Perumda Tirta Agung agar pengelolaan keuangan lebih tertib dan transparan.

“Jangan hanya mengandalkan APBD OKI. Terutama pelayanan dulu, kemudian lakukan digitalisasi. Pembayaran PDAM juga harus langsung masuk ke rekening Tirta Agung sendiri. Yang belum membayar harus ditindaklanjuti,” katanya.

Selain persoalan tunggakan, Muchendi menyoroti kesejahteraan karyawan. Ia mengungkapkan masih terdapat karyawan Perumda Tirta Agung yang belum menerima gaji hingga delapan bulan.

“Masih ada karyawan Tirta Agung yang gajinya sudah delapan bulan belum dibayarkan. Ini harus menjadi prioritas,” tegas Muchendi.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Agung OKI Dr. dr. M. Hakim mengatakan dirinya merasa bangga mendapat kepercayaan memimpin perusahaan tersebut selama periode 2026–2031.

M. Hakim mengakui tugas sebagai Direktur Perumda Tirta Agung cukup berat. Ia menyebut persoalan keuangan menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera ia benahi.

“Menjadi Direktur PDAM ini merupakan tugas yang sangat berat dan banyak tantangannya, terutama masalah keuangan. Sebelum saya menjabat Direktur Tirta Agung ini sudah banyak masalah. Kesalahan-kesalahan terdahulu akan kita perbaiki,” ujar M. Hakim.

Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat pengguna air menjadi perhatian utama dalam kepemimpinannya. Karena itu, ia akan mendorong perubahan pola pikir dan tata kelola perusahaan agar Perumda Tirta Agung semakin maju.

M. Hakim juga menyebut kualitas air sebagai salah satu hal yang terus menjadi perhatian. Menurutnya, air yang mengalir ke rumah pelanggan saat ini sudah lebih jernih dibandingkan sebelumnya.

“Konsumen selama ini mengeluhkan air yang keruh, tetapi sekarang air yang dialirkan ke rumah-rumah konsumen sudah jernih. Sebab, tidak ada sebuah perusahaan yang selalu sempurna,” kata M. Hakim. mala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *