Bupati Gowa Tekankan Bendungan Jenelata Harus Sejahterakan Masyarakat

GOWA, HR — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pembangunan Bendungan Jenelata sebagai bagian dari Proyek Strategi Nasional (PSN) harus memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) di Kantor BBWSPJ, Selasa (7/4).

“Bendungan Jenelata harus memberikan manfaat konkret, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung sektor pertanian di Kabupaten Gowa. Tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga sumber kesejahteraan,” ujar Talenrang.

Ia menyebut Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjalankan PSN di Sulawesi Selatan, sehingga diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pihak balai.

Menurutnya, posisi Gowa sebagai daerah hulu menjadikannya memiliki peran strategis, baik sebagai sumber air maupun material, serta membuka peluang lahirnya inovasi dari proyek-proyek nasional tersebut.

IMG 20260408 075530
Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ)

“Kita harus menyadari bahwa Gowa adalah daerah sumber. Air dan material tersedia di sini, bahkan ke depan sangat mungkin melahirkan berbagai inovasi dari proyek nasional yang dibangun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan keberadaan Bendungan Jenelata tidak hanya akan memberi manfaat bagi Gowa, tetapi juga bagi daerah lain seperti Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi.

Karena itu, Talenrang mendorong komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat agar Gowa sebagai daerah sumber juga memperoleh manfaat yang lebih prioritas.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Heriantono Waluyadi, menyampaikan bendungan tersebut memiliki sejumlah manfaat strategis.

Ia menjelaskan, bendungan akan meningkatkan layanan irigasi sehingga intensitas tanam petani dapat naik dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, bendungan juga berfungsi sebagai penyedia air baku bagi Gowa, Makassar, Takalar, dan Maros, sekaligus membantu pengendalian banjir di wilayah hilir Sungai Jeneberang.

“Aliran air dapat diatur sehingga mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan, sekaligus mendukung kebutuhan air baku dan irigasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bendungan Jenelata juga berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi listrik dan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Heriantono menambahkan, target penyelesaian konstruksi bendungan dijadwalkan pada 2028, dengan progres awal pekerjaan tanah saat ini mencapai sekitar 13 persen.

“Penggenangan waduk direncanakan pada 2028. Progres akan dilakukan bertahap hingga seluruh konstruksi rampung,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara seluruh pihak dalam memastikan pembangunan Bendungan Jenelata berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *