Bunda Literasi Babel Dorong Guru Seimbangkan Teknologi dan Kualitas SDM

PANGKALPINANG, HR — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mengajak kepala sekolah dan guru SMAN 1 Pangkalpinang menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Noni, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus berjalan seiring dengan kesiapan SDM. Hal itu penting agar dunia pendidikan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.

“Di era sekarang ini, teknologi sangat berkembang. Kita memang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, supaya kita tidak tertinggal,” kata Noni saat membuka acara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar di SMAN 1 Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).

Noni mengatakan penguasaan teknologi saja belum cukup jika sekolah tidak menyiapkan SDM yang berkualitas.

“Teknologinya ada, SDM-nya kurang mumpuni, itu juga bisa tertinggal. Jadi dua-duanya harus sejalan,” ujarnya.

Menurut Noni, perkembangan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, sekolah perlu membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kualitas SDM.

Ia menilai SMAN 1 Pangkalpinang sebagai salah satu sekolah unggulan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus di Pangkalpinang dan Bangka Belitung.

“Kami yakin, sekolah ini bisa menerapkan keseimbangan dua hal ini ke para siswa. Kami optimis, sekolah ini akan terus mencetak generasi-generasi penerus terbaik untuk Pangkalpinang dan Bangka Belitung ke depannya,” ujarnya.

Selain kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, Noni mengingatkan sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, siswa perlu memiliki kemampuan mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan norma yang menjadi pijakan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan sampai norma-norma kebangsaan kita menjadi hilang,” pesannya.

Noni menilai pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menguasai pengetahuan dan teknologi sekaligus memiliki sikap yang kuat.

“Kita butuh SDM penerus yang baik dan berkarakter. Peran sekolah dan guru sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia mengajak sekolah dan guru bersama-sama menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

“Mari bersama-sama pastikan, generasi penerus kita mampu mengikuti perkembangan teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan, yang menjadi pijakan dalam kehidupan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *