Budidaya Patin Jati Agung Tembus 88 Ton per Tahun, Gubernur Apresiasi Pakan Mandiri

LAMSEL, HR — Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil mengembangkan usaha budidaya ikan patin hingga lebih dari 2,5 hektare. Kelompok ini mampu menghasilkan hampir 88 ton ikan patin per tahun berkat pengembangan usaha dan inovasi pakan mandiri berbahan baku lokal.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi capaian tersebut saat menghadiri panen raya ikan patin dengan pakan mandiri di sekretariat Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026).

Perkembangan kelompok ini menunjukkan bahwa usaha perikanan rakyat memiliki peluang besar untuk tumbuh melalui ketekunan, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, perkembangan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari dari satu kolam kecil menjadi usaha budidaya seluas lebih dari 2,5 hektare membuktikan bahwa ketekunan dan inovasi dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Dari 52 meter persegi menjadi 2,5 hektare. Ini bukti bahwa usaha kecil, kalau dikelola dengan tekun dan mau terus berinovasi, bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan,” ujar Egi.

Kelompok tersebut merintis usaha budidaya pada 2019 dengan satu kolam seluas 52 meter persegi dan kapasitas awal 1.500 ekor ikan. Kini, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu menampung hingga 176.500 ekor ikan di area budidaya seluas lebih dari 2,5 hektare.

Kelompok ini juga mencatat produksi hampir 88 ton ikan patin setiap tahun. Salah satu upaya yang mendukung pengembangan usaha tersebut ialah pembuatan pakan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal, termasuk limbah pertanian.

Inovasi ini membuka peluang bagi pembudidaya untuk mengoptimalkan sumber daya di sekitar mereka sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha perikanan.

Namun, peningkatan produksi perlu berjalan seiring dengan penguatan akses pasar dan rantai pasok. Dengan demikian, pembudidaya dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panen.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai pasok, mulai dari produksi hingga pemasaran. Ia juga mendorong kemandirian pembudidaya dalam menyediakan pakan dan memperluas akses langsung ke pasar.

“Kreativitas dan semangat bangkit para pembudidaya lokal merupakan kunci untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat, kita dapat memperkuat sektor perikanan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lampung Maju dan Indonesia Emas,” ujar Mirzani.

Ia turut menyoroti potensi budidaya ikan di Lampung Selatan yang, menurut pemaparannya, menempati urutan kedua terbanyak di Provinsi Lampung. Ia berharap keberhasilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari dapat menginspirasi kelompok pembudidaya lainnya untuk mengembangkan usaha sesuai potensi daerah masing-masing.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, kegiatan panen raya ini juga menghadirkan manfaat sosial. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan ikan segar kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Karena itu, penyaluran bantuan tersebut diharapkan mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus berkontribusi terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui inovasi pakan mandiri dan pengembangan usaha budidaya, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari menunjukkan potensi sumber daya lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap penguatan sektor perikanan dapat meningkatkan produktivitas pembudidaya sekaligus memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *