Badan Keamanan Laut RI Adakan Pertemuan Negara Asia Tenggara

oleh -64 views
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia adakan Pertemuan Negara Asia Tenggara.

BADUNG, HR Menanggapi tantangan dan ancaman yang kerap dihadapi oleh jajaran penjaga keamanan laut di zona ekonomi eksklusif, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia adakan Rangkaian Kegiatan South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) bekerjasama dengan United States Coast Guard (USCG).

Dalam sambutannya pada acara pembukaan (24/06/2019), Perwakilan Usindopacom, Brig Gen Rory Copinger-Symes menyampaikan bahwa keamanan laut merupakan tantangan yang tak berkesudahan di hadapan perwakilan negara AS, Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, Kamboja, dan Vietnam.

“Kita mengadapi tanyangan yang sama, seperti penangkapan ikan ilegal, penggunaan bom dalam penangkapan ikan, serta perdagangan narkoba,” terangnya.

Rory juga menekankan, bahwa pengertian terkait peraturan yang berbeda antar negara harus di transfer pada negara-negara lainnya, agar satu sama lain dapat memahami tindakan yang diambil oleh negara terkait ketika menghadapi kriminal di laut yang menjadi zona ekonomi-nya, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antar negara.

Hal yang sama turut disampaikan oleh Direktur Latihan Bakamla, Laksma Bakamla Yeheskiel Katiandagho. “Kami menghargai kehadiran seluruh partisipan dalam forum ini dan berharap bahwa para partisipan dapat berdiskusi dan berdistribusi untuk membentuk pengertian dan rencana hukum yang dapat disepakati oleh negara-negara yang hadir.”

Loading...

Dijelaskan oleh Plh Direktur Kerjasama, Kolonel Bakamla Salim bahwa kegiatan workshop akan berlangsung hingga 26 Juni dan akan berlanjut dengan kegiatan Peaktek Penggeledahan Kapal yang Diasumsikan Ilegal Fishing dan Pembawa Narkoba pada 27-28 Juni 2019 di Pelabuhan Benoa. gina

Tinggalkan Balasan