JAKARTA, HR — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengapresiasi penyelenggaraan Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Mohammad Kahfi I, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (1/11/2026).
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan festival tersebut bukan sekadar hiburan atau pertunjukan seni. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menjaga sekaligus mewariskan tradisi budaya Betawi kepada generasi muda.
“Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur ini bukan sekadar seni hiburan ataupun pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan, merawat, dan mewariskan tradisi budaya Betawi kepada generasi muda dan generasi kita selanjutnya,” ujarnya.
Syafrin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan Karang Taruna, untuk aktif menjaga serta melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Ia mengungkapkan, pemerintah bahkan merencanakan Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur masuk dalam agenda perayaan lima abad Jakarta mendatang. Dengan demikian, festival tersebut diharapkan semakin dikenal dan menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas.
“Ke depan, festival ini bahkan direncanakan untuk masuk ke dalam agenda lima abad Jakarta agar gaungnya semakin besar dan meriah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Karang Taruna Ciganjur, Rifqi Fadhlurrohman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini berawal dari riset dan pendataan yang melibatkan tokoh masyarakat, sesepuh, alim ulama, serta para pelaku budaya.
Dari proses tersebut, panitia menemukan dua ikon utama kebudayaan masyarakat Ciganjur tempo dulu, yakni Ketimpring dan Main Pukul Betawi.
Panitia kemudian mengemas festival ini melalui tiga unsur utama, yaitu religi, budaya, dan tradisi. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan acara Rowahan Akbar untuk mendoakan para senior dan pendahulu agar amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” tambah Rifqi.
Melalui Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur 2026, masyarakat berharap tradisi dan warisan budaya Betawi tetap lestari serta terus dikenal oleh generasi penerus.
