Wali Kota Syafrin Buka Festival Batik Tebet 2026, Libatkan 55 Kolaborator

JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, membuka Festival Batik Tebet 2026 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Tebet, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian batik di tengah masyarakat.

Syafrin menjelaskan, sebanyak 55 kolaborator dari berbagai pihak turut berpartisipasi dalam menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri kreatif menjadi faktor penting untuk menjaga eksistensi batik di tengah derasnya arus globalisasi.

Ia menekankan tiga hal utama dalam penyelenggaraan Festival Batik Tebet 2026. Pertama, menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. Kedua, menggandeng pelaku industri kreatif dan UMKM agar festival dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketiga, menjadikan Tebet sebagai pusat industri kreatif yang produktif dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang tetap berbudaya.

“Upaya menghadirkan puluhan kolaborator ini menjadi kekuatan yang harus terus kita jaga dan kembangkan, sehingga kawasan Tebet dapat menjadi kiblat baru bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta,” ujar Syafrin.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Batik Tebet 2026, Watini, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Tebet, mengatakan festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Rangkaian acara di antaranya membatik bersama menggunakan kain batik harmonis sepanjang 10 meter yang melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), lomba mewarnai batik bagi 50 anak pendidikan anak usia dini (PAUD), serta lomba membatik yang diikuti 40 peserta dari PKK tingkat kecamatan dan kelurahan.

Festival ini juga menghadirkan bazar UMKM dan BUMN showcase dengan total 40 stan yang menampilkan berbagai produk unggulan khas Kecamatan Tebet.

Menurut Watini, penyelenggaraan festival tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari mitra tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengusaha, instansi terkait, hingga masyarakat Kecamatan Tebet.

“Tentunya kesuksesan Festival Batik Tebet 2026 ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari CSR, pengusaha, instansi terkait, hingga warga Kecamatan Tebet. Acara ini menjadi bukti nyata implementasi arahan pimpinan mengenai prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi,” tandasnya.

Melalui Festival Batik Tebet 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan diharapkan dapat terus memperkuat pelestarian batik, memperluas ruang promosi bagi pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berakar pada budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *