JAKARTA, HR – Pekerjaan pemasangan saluran beton U-Ditch milik Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudis SDA) Jakarta Utara, di Jalan Dermaga Ujung No. 14, RT 11/RW 11, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, menjadi sorotan. Hasil dokumentasi lapangan Media harapanrakyatonline.com pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan pekerjaan berlangsung dengan galian terbuka, sementara papan informasi proyek tidak ditemukan di lokasi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan kegiatan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kesesuaian teknis pemasangan U-Ditch.
Berdasarkan dokumentasi sekitar pukul 14.14 WIB, terlihat ekskavator beroperasi di dekat galian, tumpukan karung pasir berada di tepi jalan, dan sejumlah pekerja melakukan pemasangan beton U-Ditch di dalam galian. Pada dokumentasi sekitar pukul 14.17 WIB, galian tampak sempit dan terdapat genangan air. Pembatas pengaman yang rapat juga tidak terlihat dalam dokumentasi tersebut.
Lokasi pekerjaan berada di kawasan permukiman yang menjadi akses keluar-masuk warga. Aktivitas alat berat, material konstruksi, dan galian terbuka berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat apabila tidak disertai pengamanan yang memadai.
Seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi menyampaikan harapannya agar pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Pembangunan saluran ini tentu kami harapkan bisa membantu mengatasi masalah air. Namun, kami juga berharap galian diamankan dengan baik agar warga yang melintas tidak terjatuh atau mengalami kecelakaan. Jangan sampai pembangunan yang tujuannya baik justru membahayakan masyarakat,” ujar warga tersebut.

Warga juga berharap pihak terkait memberikan informasi yang jelas mengenai pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, keberadaan papan proyek penting agar masyarakat mengetahui kegiatan yang sedang berlangsung di lingkungan mereka.
“Kalau ada papan proyek, warga bisa mengetahui siapa pelaksananya, berapa nilai anggarannya, dan kapan pekerjaan selesai. Kami berharap semuanya jelas dan terbuka supaya masyarakat bisa ikut mengawasi,” tambahnya.
Hasil penelusuran Media Harapan Rakyat di lokasi tidak menemukan papan informasi yang memuat identitas kegiatan, nilai kontrak, nama pelaksana, maupun jangka waktu pekerjaan. Kondisi ini menyulitkan masyarakat untuk memperoleh informasi awal mengenai proyek tersebut.
Keterbukaan informasi proyek pemerintah penting untuk mendukung pengawasan publik. Karena itu, Kasudin SDA Jakarta Utara perlu menjelaskan identitas kegiatan, pelaksana pekerjaan, nilai kontrak, serta alasan papan informasi proyek tidak ditemukan di lokasi.
Selain masalah transparansi, kondisi teknis pemasangan saluran juga perlu diperiksa. Dalam dokumentasi yang tersedia, U-Ditch tampak berada di dalam galian dengan kondisi tanah yang terlihat basah dan tergenang. Lantai kerja atau lapisan dasar pemasangan tidak terlihat jelas dari dokumentasi tersebut.
Pemasangan U-Ditch harus mengikuti spesifikasi teknis dan metode kerja yang ditetapkan dalam kontrak. Kondisi dasar galian, kepadatan, elevasi, serta sambungan antarunit perlu diperiksa agar saluran dapat berfungsi dengan baik dan tidak mengalami penurunan atau kerusakan dini.
Apabila dasar pemasangan tidak stabil atau tidak sesuai spesifikasi, saluran berisiko mengalami pergeseran dan penurunan tidak merata yang dapat mengganggu kelancaran aliran air. Namun, kepastian mengenai ada atau tidaknya penyimpangan teknis harus didasarkan pada pemeriksaan langsung oleh pengawas teknis dan pencocokan dengan dokumen pekerjaan.
Dari aspek keselamatan kerja, dokumentasi juga memperlihatkan sejumlah pekerja berada di dalam galian ketika ekskavator beroperasi di area yang sama. Sebagian pekerja tampak belum menggunakan perlengkapan pelindung diri secara lengkap. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak pelaksana dan pengawas agar risiko kecelakaan dapat dicegah.
Area kerja alat berat harus diatur dengan baik, termasuk pengendalian zona berbahaya, pengamanan galian, dan penggunaan alat pelindung diri sesuai risiko pekerjaan. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, pekerjaan perlu diamankan dan tindakan korektif segera dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Warga sekitar berharap pekerjaan tidak hanya mengejar penyelesaian sesuai jadwal, tetapi juga menjaga akses jalan dan keselamatan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami ingin proyek ini selesai dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan warga dalam jangka panjang. Akses jalan jangan sampai membahayakan, material juga harus ditata, dan setelah selesai salurannya harus benar-benar berfungsi,” ungkap warga tersebut.
Pembangunan drainase di kawasan Pluit dan Penjaringan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kapasitas saluran air di wilayah pesisir yang menghadapi persoalan genangan. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan harus mengutamakan mutu konstruksi, keselamatan pekerja, keamanan warga, dan keterbukaan informasi.
harapanrakyatonline.com mendesak Kasudin SDA Jakarta Utara melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan U-Ditch di Jalan Dermaga Ujung No. 14. Pemeriksaan tersebut perlu mencakup kelengkapan informasi proyek, kesesuaian metode pemasangan dengan spesifikasi teknis, penerapan K3, serta pengamanan galian dan akses masyarakat.
Kasudin SDA Jakarta Utara juga diharapkan memberikan penjelasan resmi mengenai nama pelaksana, nilai kontrak, masa pelaksanaan, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan. Apabila pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian, tindakan perbaikan perlu dilakukan berdasarkan ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, Media Harapan Rakyat masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Kasudin SDA Jakarta Utara dan pihak pelaksana pekerjaan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjaga pemberitaan yang kritis, objektif, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. •lisbon sihombing
