Expo UMKM Haji 2026 di Gowa, Wabup Bidik Dampak Ekonomi Lokal

GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten Gowa menargetkan Expo UMKM Haji 2026 mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kunjungan jamaah, serta penguatan sektor perdagangan dan jasa. Kabupaten Gowa menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini pada 16–18 Oktober 2026 di Taman Lapangan Sultan Hasanuddin.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penyelenggaraan expo tersebut. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengusaha lokal.

Darmawangsyah menyampaikan hal itu saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Expo UMKM Haji 2026 di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, kegiatan berskala nasional membuka peluang bagi Kabupaten Gowa untuk memperluas aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik daerah sebagai tuan rumah berbagai agenda besar.

“Justru kegiatan-kegiatan seperti inilah yang membuat kami semangat dan tertarik. Semakin banyak event nasional, semakin kuat dan maju Gowa. Kami sangat siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Darmawangsyah.

Darmawangsyah menilai kehadiran jamaah dan pengunjung selama expo berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat. Berbagai sektor, seperti perdagangan, kuliner, transportasi, jasa, dan kerajinan lokal, diharapkan ikut merasakan manfaatnya.

Ia juga mendorong panitia memberi ruang yang luas bagi pelaku UMKM Gowa untuk memasarkan produk unggulan. Kerajinan tangan dan hasil bumi masyarakat diharapkan menjadi bagian dari pameran agar pengunjung semakin mengenal potensi ekonomi daerah.

“Kami berharap UMKM masyarakat, khususnya kerajinan tangan dan hasil bumi Kabupaten Gowa, bisa hadir dan mengambil bagian dalam expo ini. Kami ingin kegiatan ini meninggalkan kesan yang baik bagi para pengunjung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa Expo UMKM Haji 2026 merupakan bagian dari upaya mengembangkan ekonomi dan UMKM yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.

Menurut Ikbal, penunjukan Kabupaten Gowa sebagai tuan rumah diharapkan memperluas jangkauan kegiatan sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah, terdapat direktorat jenderal yang mengelola pengembangan ekonomi dan UMKM terkait haji dan umrah. Untuk itu, kami mendapatkan tugas melaksanakan Expo UMKM Haji 2026 dan menunjuk Kabupaten Gowa sebagai tuan rumahnya,” ujar Ikbal.

Ia mengungkapkan bahwa panitia menargetkan kehadiran sekitar 17 ribu jamaah haji dan umrah selama kegiatan berlangsung. Panitia memilih Lapangan Sultan Hasanuddin karena kawasan tersebut memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama pada akhir pekan.

“Kami melihat Lapangan Sultan Hasanuddin Gowa selalu ramai pada hari Sabtu dan Minggu, bahkan ketika tidak ada kegiatan. Karena itu, kami mengusulkan kepada Menteri agar pelaksanaan expo digelar di lokasi tersebut,” jelasnya.

Panitia menyiapkan rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai dari promosi UMKM dan agenda keagamaan hingga hiburan serta kegiatan kebugaran.

Pada Jumat (16/10/2026) malam, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, dijadwalkan membuka kegiatan. Panitia juga merencanakan pengajian akbar dengan menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, sebagai penceramah.

Selain itu, panitia menyampaikan rencana pemberian paket umrah kepada peserta yang hadir.

Pada Sabtu (17/10/2026), panitia menjadwalkan manasik akbar di Masjid Syekh Yusuf. Agenda lainnya mencakup peragaan busana bernuansa Arab serta hiburan musik dari Opick dan Trio Gambus.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Minggu (18/10/2026). Namun, rincian agenda pada hari terakhir masih perlu dilengkapi berdasarkan informasi resmi dari penyelenggara.

Melalui Expo UMKM Haji 2026, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan, dan menjalin jaringan usaha baru. Pemerintah daerah juga berharap kunjungan jamaah dan masyarakat mampu mendorong aktivitas perdagangan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga Gowa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *