DOLOKSANGGUL, HR — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menargetkan metode berhitung GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) menjangkau 2.160 guru dan sedikitnya 21.600 murid hingga Maret 2027.
Target tersebut muncul setelah Pemkab Humbang Hasundutan menutup pelatihan perdana bagi 216 guru di UPT SMP Negeri 002 Pasaribu, Doloksanggul, Jumat (11/9/2026).
Pelatihan berlangsung pada 26 Agustus hingga 11 September 2026. Dinas Pendidikan Humbang Hasundutan menggelar kegiatan ini bersama Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Program tersebut juga mendapat dukungan Telkomsel Pematangsiantar dan Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas.
Pemkab Humbahas Perluas Pengimbasan Metode GASING
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, mengatakan pelatihan GASING menjadi tahap awal penguatan kemampuan numerasi di sekolah.
Karena itu, Oloan meminta 216 peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh. Para guru juga perlu membagikan metode tersebut kepada guru lain di sekolah masing-masing.
Pemkab Humbang Hasundutan menargetkan pengimbasan metode GASING kepada 2.160 guru hingga November 2026. Setelah itu, para guru akan menerapkan metode tersebut kepada sedikitnya 21.600 murid.
Guru dapat melakukan pengimbasan melalui KKG, MGMP, dan komunitas belajar hingga Maret 2027. Pemkab Humbang Hasundutan juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas program.
“Kita ingin guru menjadi agen perubahan yang menghadirkan pembelajaran matematika secara aktif, kreatif, dan menyenangkan. Selain itu, kita ingin membangun budaya numerasi di Humbang Hasundutan,” ujar Oloan.
Bupati juga menyambut rencana demonstrasi pembelajaran menggunakan metode GASING. Kegiatan itu akan melibatkan 50 peserta terpilih pada 24 September 2026 di TSTH2 Indonesia, Desa Aek Nauli I, Kecamatan Pollung.
Kepala Dinas Pendidikan Humbang Hasundutan, Martahan Panjaitan, menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru. Program itu juga memperluas dampak pembelajaran numerasi bagi peserta didik.
Menurut Martahan, program tersebut sejalan dengan misi pertama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Misi itu berfokus pada peningkatan pembangunan manusia yang produktif dan berkualitas.
Pada penutupan kegiatan, Pemkab Humbang Hasundutan menyerahkan cenderamata kepada pihak yang mendukung program. Pemkab juga memberikan sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan.
Selain itu, tiga peserta terbaik dari kelas A, B, C, dan D menerima sertifikat sebagai peserta terbaik.
