JAKARTA, HR — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar forum diskusi bertajuk “Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar)” di Ruang Antasari Lantai 6 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, mengatakan tawuran tidak hanya menimbulkan luka dan korban jiwa, tetapi juga merusak moral serta masa depan generasi muda.
Menurutnya, krisis identitas pada remaja akibat pengaruh globalisasi dan media sosial turut mendorong munculnya berbagai persoalan sosial, termasuk tawuran.
“Media sosial yang sejatinya diciptakan sebagai alat komunikasi kini menjelma menjadi pedang bermata dua,” ujar Firmanuddin.
Firmanuddin menilai deteksi dini di ruang digital tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan lingkungan terdekat. Karena itu, ia mendorong gerakan “Jaga Jakarta” dengan menjadikan keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga dan membimbing anak.
“Saya minta peran orang tua, pengurus lingkungan, dan sinergitas lintas sektor menjadi motor penggerak untuk memetakan titik rawan konflik. Dengan langkah tersebut, kita dapat mencegah tawuran sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Kewaspadaan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Shindy Pranata Umar, mengatakan forum tersebut diikuti 50 peserta.
Peserta terdiri atas Ketua Dewan Kota Jakarta Selatan, forum tingkat kota, Duta Purna Paskibraka Indonesia, Karang Taruna, lembaga kemasyarakatan, serta perwakilan pengurus lingkungan se-Kecamatan Pancoran.
“Melalui sinergi lintas elemen masyarakat ini, Pemkot Jakarta Selatan berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta bebas dari aksi tawuran antarwarga maupun antarpelajar,” ucapnya.
