Karolin: Pemuda Dayak Harus Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

LANDAK, HR — Bupati Landak Karolin Margret Natasa melantik jajaran pengurus Pemuda Dayak Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Jumat (24/4/2026). Dalam kesempatan yang sama, Karolin membuka Seminar Nasional bertajuk kolaborasi pemuda.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menghadiri kegiatan tersebut. Karolin berharap organisasi Pemuda Dayak mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas, kritis, dan aktif berkontribusi bagi bangsa.

“Ini peringatan untuk kita semua, agar Pemuda Dayak tumbuh menjadi sebuah organisasi yang mampu menghasilkan pemuda-pemuda Dayak yang berkualitas, kritis, mampu mewarnai, berkontribusi terhadap bangsa dan negara,” ujar Karolin.

Karolin menyoroti filosofi “bangkit dan melawan” dalam lirik mars Pemuda Dayak. Menurutnya, makna perjuangan kini tidak lagi berkaitan dengan perlawanan fisik.

Pemuda harus menghadapi tantangan sosial, ekonomi, teknologi, dan perubahan zaman. Karena itu, Karolin berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan kualitas diri.

Ia juga mendorong pemuda ikut membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah.

Karolin kemudian menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi. Ia menggunakan analogi kepunahan dinosaurus untuk menggambarkan risiko yang muncul ketika seseorang atau kelompok tidak mampu mengikuti perubahan.

“Dinosaurus itu punah karena tidak mampu beradaptasi. Maka Dayak juga akan punah kalau tidak mampu beradaptasi. Cara paling baik yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri,” tegas Karolin.

Karolin juga mengingatkan pemuda agar memahami perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus risiko.

Ia meminta pemuda meningkatkan literasi digital. Karolin juga mengingatkan ancaman kejahatan siber, termasuk penipuan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dan love scam.

Menurut Karolin, kemampuan beradaptasi harus berjalan bersama penguatan identitas dan nilai budaya. Ia meminta pemuda tidak berhenti pada simbol budaya seperti pakaian dan tarian.

“Saya menekankan hal ini agar kita tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya hanya simbolis. Di luar daripada itu ada nilai yang jauh lebih besar. Bantu kita jawab, renungkan dan hasilkan sebuah pemikiran,” jelas Karolin.

Karolin juga meminta pengurus Pemuda Dayak menerapkan disiplin dalam menjalankan organisasi. Ia menilai manajemen waktu menjadi salah satu kunci agar kegiatan organisasi tidak mengganggu pendidikan maupun pekerjaan.

Sementara itu, Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak Albertus Trio Kusuma menyatakan komitmennya menjadikan organisasi tersebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

Albertus menilai pemuda perlu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Ke depan kita sebagai pemuda, bagaimana caranya kemudian bisa melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat,” kata Albertus.

Ia menyebut pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi pergerakan pemuda di Kabupaten Landak. Karena itu, Albertus meminta seluruh pengurus menjaga eksistensi organisasi dan melanjutkan perjuangan pemuda Dayak.

“Berbanggalah teman-teman tadi yang dilantik, karena kita menjadi pelaku sejarah dalam berdirinya Pemuda Dayak di Kabupaten Landak. Satu, dua kata: Jangan Hilang,” imbuhnya.

Karolin berharap Pemuda Dayak mampu bersaing hingga tingkat global. Namun, ia mengingatkan agar pemuda tetap menjaga persatuan dan tidak meninggalkan nilai budaya.

“Semoga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat Kalimantan Barat, masyarakat Dayak di Kabupaten Landak, sehingga kita bisa sama-sama maju menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. lundak Pakpahan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *