779 Warga Majalengka Mundur dari Penerima Bansos, Pemkab Perkuat Data Kemiskinan

MAJALENGKA, HR — Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperbaiki data kemiskinan sebagai dasar penentuan kebijakan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran pada tahun 2026.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Rabu (17/6/2026).

Dalam proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial melalui verifikasi dan pemasangan stiker, tercatat 126.925 keluarga penerima manfaat (KPM) masuk dalam pendataan. Dari jumlah tersebut, 114.057 KPM telah dilakukan pemasangan stiker dengan capaian sekitar 89,9 persen.

Dari hasil verifikasi, sebanyak 2.552 KPM mengalami graduasi mandiri atau perubahan status. Rinciannya, 1.216 KPM meninggal dunia, 779 KPM mengundurkan diri dari penerima bantuan, 391 KPM pindah domisili, dan 166 KPM tidak ditemukan.

Bupati Eman menegaskan bahwa perbaikan data ini menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Perbaikan data ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan intervensi pemerintah,” ujarnya.

Selain pembaruan data bansos, Pemkab Majalengka juga menggunakan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan daerah.

Untuk target pembangunan 2027, Pemkab Majalengka menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,84–8,53 persen, tingkat kemiskinan sekitar 9,69 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,20, serta tingkat pengangguran terbuka 3,40–3,60 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan memperkuat sektor riil dan investasi, meningkatkan program pemberdayaan masyarakat, memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan, serta mengoptimalkan pelatihan kerja dan penciptaan lapangan kerja.

Eman menegaskan bahwa pemutakhiran data menjadi kunci agar setiap kebijakan pemerintah lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan bekerja biasa-biasa saja, kita butuh lompatan hasil yang nyata. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka,” pungkasnya. lintong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *