167 Mahasantri Gowa Diwisuda, Bukti Sukses Program Satu Desa Satu Hafiz

GOWA, HR — Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa Tahun Akademik 2022/2023 berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.

Capaian ini menjadi bukti keberhasilan Program Mahasantri, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar dalam mewujudkan satu desa dan kelurahan satu hafiz Al-Qur’an.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas capaian para wisudawan yang tidak hanya meraih gelar akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

“Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun kebahagiaan itu akan lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, dan menjadi cahaya bagi masyarakat,” ujarnya saat menghadiri Ramah Tamah Wisudawan ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/6).

Menurutnya, keberhasilan para mahasantri merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan doa yang konsisten selama masa pendidikan.

Dari total 167 mahasantri, sebanyak 136 orang meraih predikat cumlaude, sementara 31 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan dengan masa studi rata-rata 3 tahun 10 bulan.

Bupati Gowa menegaskan bahwa pendidikan menjadi investasi penting dalam pembangunan daerah. Program Mahasantri, yang dimulai sejak 2022, merupakan hasil kolaborasi Pemkab Gowa dengan UIN Alauddin Makassar untuk mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlak.

Program ini tidak hanya memberikan kesempatan meraih gelar sarjana, tetapi juga membentuk karakter, pemahaman Al-Qur’an, kemampuan berpikir, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

“Program Mahasantri bukan sekadar sarjana, tetapi membentuk manusia secara utuh,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk kembali mengabdi di desa dan kelurahan masing-masing serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Jangan malu kembali ke kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran dan kepedulian kalian,” pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Muhaemin Latif, menyebut program ini sebagai salah satu kolaborasi unggulan antara kampus dan Pemkab Gowa.

Ia menyampaikan bahwa dari 347 wisudawan fakultas, Program Mahasantri Gowa meluluskan 167 mahasiswa dengan capaian 81,44 persen meraih predikat cumlaude.

Hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, menjadikannya salah satu pencapaian penting dalam dunia pendidikan keagamaan di daerah.

Salah satu lulusan terbaik, Adzkiya Inas, mengaku bersyukur atas capaian IPK 3,94 dengan predikat cumlaude dan berterima kasih kepada Pemkab Gowa atas program tersebut.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Gowa karena program ini membantu kami meraih sarjana agama,” ungkapnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat serta pembangunan daerah. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *