MAJALENGKA, HR — Program ketahanan pangan jagung yang dijalankan Polres Majalengka sepanjang tahun 2026 menunjukkan hasil positif. Hingga Selasa (9/6/2026), realisasi luas tanam dan penyerapan hasil panen jagung terus meningkat sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data yang dihimpun, target luas tanam jagung pada tahun 2026 mencapai 2.000 hektare. Hingga awal Juni 2026, realisasi penanaman telah mencapai 1.797,55 hektare atau 89,88 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, target penyerapan hasil panen jagung oleh Bulog ditetapkan sebanyak 2.500 ton. Sampai 9 Juni 2026, penyerapan jagung telah mencapai 950,10 ton atau sekitar 38 persen dari target keseluruhan.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani, serta berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Majalengka.
“Kami terus mendorong dan melakukan pendampingan terhadap program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung, mulai dari proses penanaman hingga penyerapan hasil panen. Hal ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.
Polres Majalengka bersama jajaran Polsek terus melakukan monitoring dan pendampingan di lapangan guna memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal. Selain itu, koordinasi dengan Bulog dan para pemangku kepentingan terus diperkuat agar hasil panen petani terserap dengan baik.
Program ketahanan pangan jagung ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Majalengka. Dengan kolaborasi yang terus berjalan, target luas tanam dan penyerapan hasil panen diharapkan dapat tercapai hingga akhir tahun 2026. lintong
