PAGAR ALAM, HR — Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyoroti keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia bahkan menyebut harga gas bersubsidi tersebut kini ada yang mencapai lebih dari Rp40 ribu per tabung.
Hal tersebut disampaikan Ludi saat menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 bersama Wakil Wali Kota Hj. Bertha di Balai Pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Rabu (11/3/2026).
Rapat RKPD hari kedua tersebut diawali dengan penyerahan insentif kepada RT dan RW se-Kecamatan Pagar Alam Selatan. Kegiatan itu juga melibatkan camat, lurah, serta para ketua RT dan RW di wilayah tersebut.
Rapat koordinasi ini bertujuan memastikan rencana kerja pemerintah daerah berjalan efektif dan selaras mulai dari tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW di seluruh wilayah Kota Pagar Alam.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana evaluasi program pembangunan serta ruang diskusi untuk menampung berbagai masukan terkait pelayanan publik dari masyarakat melalui para RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di lingkungan masyarakat.
Dalam arahannya, Ludi Oliansyah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan program pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan banyak dikeluhkan warga.
“Saya menegaskan, jika ada temuan penjual yang menjual gas di atas Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, jangan takut untuk melaporkan. Silakan direkam dan laporkan melalui media sosial, nanti akan kami tindak langsung,” tegas Ludi.
Ia meminta seluruh unsur pemerintahan mulai dari camat, lurah, RT, RW hingga aparat penegak hukum ikut terlibat dalam pengawasan distribusi gas elpiji bersubsidi tersebut.
Menurutnya, pengawasan bersama sangat penting agar distribusi LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran dan tidak memberatkan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Ludi juga membuka ruang diskusi bagi RT dan RW untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Kita berdiskusi bersama, apakah ada keluhan dari RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintah. Jika ada, kami akan berupaya mencari solusi melalui 14 program janji politik wali kota dan wakil wali kota yang insyaallah akan kami penuhi,” ujar Ludi. jauhari gunawan








