SDN Duri Kosambi 02 Pagi Jakbar Resmikan Musholla Nurul Ilmi

JAKARTA, HR – Sarana  ibadah  bagi sebuah sekolah  merupakan impian  bagi  terjaminnya kesempurnaan proses  belajar mengajar. Namun tidak semua sekolah bisa memiliki  sarana ibadah yang memadai. Alasannya sederhana, keterbatasan lahan sering menjadi kendala utama.

Keterbatasan lahan dan dana tak urung menyelimuti hasrat para guru dan anak–anak SDN Duri Kosambi 02 Pagi. Sejak lama mereka mendambakan kehadiran sebuah sarana ibadah seperti musholla.

Bacaan Lainnya

Pembiasaan yang dilakukan tiap Jumat 
yaitu Sholat Dhuha 
dan Pembacaan surat Yasin.
Hj Sri Rahayu SPd MM, Kepsek yang dikenal sangat santun dan jeli mengamati situasi bertekad mengubah sisi kiri lapangan sekolah dari arah pintu masuk. Lahan seluas 8 M X 3,5 M = 28 M2 ingin dijadikan Musholla.
Ide ini mendapat dukungan total dari para guru, karyawan dan komite sekolah. Sri Rahayu menyadari untuk membangun sebuah musholla diperlukan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, akhirnya pihak sekolah menghimpun dana dari para donatur, sumbangan orang tua murid, seluruh warga sekolah SDN Duri Kosambi 02 Pg serta tromol amal para siswa.
“Sekarang musholla SDN Duri Kosambi 02 Pg yang diberi nama Mushola Nurul Ilmi sudah berdiri tegak. Walaupun dengan penuh kesabaran para guru, siswa- siswi, karyawan dan orang tua murid serta para donator lainnya menghimpun dana, untuk itu saya ucapkan terima kasih. Dengan adanya Mushola ini jadi para siswa sebelum pulang bisa sholat zhuhur terlebih dahulu,” ujar Kepsek.
Kepsek (jilbab hitam)
foto bersama guru
dan Ketua Komite.
Menurut Kepala sekolah yang berpenampilan sederhana ini, tempat ibadah seperti musholla Nurul Ilmi ini sangat mutlak diperlukan bagi anak didiknya. Ia ingin memberikan makna bagi proses pendidikan yang terus disemai melalui program yang telah ditetapkan melalui rapat kerja para guru dan komite sekolah.
“Saya ingin meluangkan waktu walaupun hanya sebentar dan paling tidak sebulan sekali untuk memberitahukan kepada para siswa tentang tata cara berwudhu yang benar serta tata cara sholat,“ ujar H Abdul Wakos SAg selaku Ketua Komite yang kebetulan seorang Ustadz. Peresmian diadakan pada hari Jumat bertepatan dengan pembiasaan yang dilakukan sekolah ini yaitu Sholat dhuha dan pembacaan surat Yasin.


Ketua pembangunan, khabib, berterima kasih kepada dontur, orang tua siswa, guru yang telah menyumbang dana maupun pikiran, alhamdulillah dalam waktu singkat 1 bulan 10 hari sudah selesai dan dapat dipergunakan. jm
Loading…


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan